Detik.com News
Detik.com

Rabu, 06/02/2013 19:00 WIB

Ralat Berita

Rapat dengan KPK, Anggota Komisi III DPR Pertanyakan Kunjungan Dubes AS

Ahmad Toriq - detikNews
Rapat dengan KPK, Anggota Komisi III DPR Pertanyakan Kunjungan Dubes AS Mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Jakarta - Tudingan konspirasi di balik penangkapan Luthfi Hasan Ishaaq yang dilontarkan petinggi PKS sempat jadi kontroversi. Namun isu itu belum berakhir. Seorang politisi PAN yang lain mempertanyakan kedatangan Dubes AS untuk RI Scot Marciel ke Kantor KPK sehari sebelum penangkapan.
Pertanyaan itu diajukan kepada pimpinan KPK oleh anggota Komisi III DPR dari FPAN (sebelumnya ditulis FPKS-red) Taslim Chaniago, dalam rapat dengar pendapat. Rapat berlangsung di ruang Komisi III DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

"Interupsi pimpinan, saya ingin tanya! Saat itu Dubes Amerika datang ke KPK, apa kebijakannya?" tanya Taslim.

Ketua KPK Abraham Samad langsung menjawabnya. Dia menegaskan, bukan hanya Dubes AS yang bertandang ke Kantor KPK tetapi juga para wakil dari negara-negara sahabat Indonesia.

"Duta Besar Pakistan dan Tunisia juga pernah datang. Jadi tidak ada perlakuan istimewa untuk Dubes Amerika," tegasnya.

Wakil ketua KPK Adnan Pandu Praja menambahkan penjelasan Abraham. Agenda utama kunjungan para dubes ke KPK adalah untuk berkonsultasi tentang metode dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Capaian KPK dinilai melebihi KPK Hong Kong yang selama ini menjadi rujukan dunia.

"Dubes Amerika itu datang karena ingin tahu bagaimana KPK bisa sukses dan bagaimana mengembangkan kredibilitas," papar Adnan.

"KPK diminta membangun komisi korupsi di Afghanistan soalnya KPK jadi rujukan dunia lembaga anti korupsi didunia," sambungnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%