detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 16:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 06/02/2013 18:50 WIB

Ditinggal Nining, 1.680 Tenaga Ahli & Aspri DPR RI Belum Gajian

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pertama kali terjadi, sistem penggajian di DPR RI tiba-tiba tidak berjalan. Hingga tanggal 6 (hari ini, red), 1.680 Pegawai di DPR RI yang terdiri atas Tenaga Ahli (TA) dan Aspri anggota DPR, sama sekali belum menerima gaji yang seharusnya sudah diterima tanggal 1. Mandegnya sistem penggajian ini diduga disebabkan oleh pergantian pejabat di lingkungan Sekretariat DPR RI yang berlangsung belum lama ini.

Seperti diketahui, per tanggal 23 Januari 2013, Nining Indra Saleh tidak lagi menyandang jabatan Sekjen DPR RI karena yang bersangkutan akan menjadi Caleg (Calon Legislatif) dari Partai Nasdem. Ketua DPR RI Marzuki Alie pun sudah menunjuk Plt pengganti Nining, yakni Winantuningtyastiti Suwasanani untuk menjalankan fungsi Kesekjenan.

"Teman-teman sudah mendatangi Kesekjenan, dan mendapati kenyataan pahit. Hingga hari ini belum ada gaji masuk ke rekening masing-masing TA/Aspri. Ketika dikonfirmasi, petugas bagian keuangan tidak bisa memberikan kepastian. Namun informasi yang kami terima, kemungkinan uang gaji baru masuk ke rekening sekitar tanggal 10 atau bahkan bisa pada tengah bulan pada tanggal 15 Februari mendatang," ujar Saputra, salah satu Tenaga Ahli DPR RI kepada detikcom, Rabu (6/2/2013).

Saputra menambahkan, pembayaran gaji ini tentu sangat urgen karena hampir dua bulan belakngan, tidak ada gaji yang masuk ke rekening mereka.

"Ada yang aneh pada Bulan Desember 2012 silam, dimana gaji bulan Januari ternyata sudah diberikan pada pertengahan Desember. Sehingga kalau dihitung, rekan-rekan Tenaga Ahli dan Aspri sudah 2 bulan bekerja tapi belum ada gaji masuk hingga hari ini,"ujarnya.

"Kami belum pernah melihat kejadian macem ini. Saya menduga, ini terkait dengan ketidaksiapan Plt pengganti Ibu Nining yang sekarang sudah di Nasdem. Akibat administrasi yang amburadul, gaji kami semua terlantar!" ujar Saputra geram.

Pendapat senada disampaikan Tenaga Ahli yang sehari-hari mendampingi anggota di Komisi BUMN. "Mestinya ini tidak boleh terjadi. Tenaga Ahli dan Aspri itu sudah memiliki cash
flow yang teratur dan memiliki rutinitas pembelanjaan. Apabila terlambat dan dikabarkan hingga 15 hari keterlambatan, ini akan menjadi preseden buruk bagi Kesekjenan," ujar Mustofa.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asy/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%