detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 16:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 06/02/2013 18:12 WIB

Anak-anak Korban Banjir Muarabaru di Rusun Marunda Kembali Bersekolah

Prins David Saut - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Warga Muarabaru yang pindah ke Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara karena banjir kini merasa senang. Sebab, anak-anak mereka sudah kembali bersekolah. Sebanyak 48 anak sudah terdaftar sebagai siswa di sekolah dekat rusun.

"Untuk siswa SD, sebanyak 34 anak yang awalnya sekolah di SDN 03, 04, 05, 06, dan 12 Penjaringan, Jalan Pluit Selatan. Tapi sekarang sudah mulai sekolah di SD 02 Pagi Marunda. Jaraknya hanya kurang lebih 300 meter dari rusun Marunda," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Utara, Dian Ardian, kepada wartawan, Rabu (6/2/2013).

34 Anak tersebut terdiri dari kelas I sebanyak 7 siswa, kelas II 6 siswa, kelas III 8 siswa, kelas IV 8 siswa, kelas V 3 siswa, dan kelas VI 2 siswa. Mereka sudah mulai terdaftar dan belajar sebagai siswa di SDN 02 Pagi Marunda sejak Senin (4/2).

"Sampai saat ini masih tertampung, karena rata-rata kelas terdapat 40 siswa, karena ini darurat. Jika mendapatkan penambahan siswa, masih menampung hingga 5 sampai 10 siswa. Namun, jika sampai tidak tertampung lagi kami akan membuka kelas siang," ujar Dian.

Untuk yang telah berusia SMP, sedikitnya 14 anak telah ditampung di SMP 244, SMP 266, SMP 143, dan SMP 162 Marunda. Upaya pendataan pun masih diupayakan suku dinas pendidikan Jakarta Utara.

"Di sini warga masih banyak yang ke luar masuk, jadi sulit dilakukan pendataan, makanya kami buka posko pendaftaran sekolah dan pengaduan dokumen pendidikan yang rusak maupun hilang karena banjir seperti rapor dan ijazah sekolah," ujar Dian.

Sementara untuk usia SMA dan setingkatnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara, Andri Kunarso, menyebutkan ada 5 anak yang masih belajar di sekolah lamanya. Mereka menggunakan fasilitas bus sekolah untuk menempuh jarak Marunda-Pluit.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vid/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%