detikcom
Rabu, 06/02/2013 13:46 WIB

Pencuri Protes Dihukum Ringan karena di Penjara Makan Gratis!

Andi Saputra - detikNews
Ilustrasi (agung/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim di sebuah pengadilan negeri di Aceh tidak habis pikir dan geleng-geleng kepala. Sebab vonis terhadap Supriyadi (20) selama 8 bulan penjara dirasa pantas atas pecobaan pencurian yang dilakukannya. Tetapi tidak bagi Supriyadi sebab dia malah ingin hukuman lebih lama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (6/2/2013), Supriyadi yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sejak ditangkap 3 bulan lalu merasa nyaman. Hal ini jauh dari yang harus dia jalani apabila hidup bebas.

"Sebelum dipenjara, hidup saya pindah dari rumah teman satu ke rumah teman lainnya. Dari pekerjaan paling seminggu dapat Rp 35 ribu," kata Supriyadi.

Hidup susah tersebut yang mendorongnya berusaha mencuri meski gagal karena kepergok. Alhasil, hukuman 8 bulan dirasa malah terlalu ringan.

"Di Lapas dapat makan gratis. Tadi pagi makannya nasi dengan sayur terong dan lauk tempe," ujar Supriyadi.

Selain mendapat makan gratis, Supriyadi juga mendapat pekerjaan yaitu menjadi tukang cuci para penghuni LP. Dari bekerja mencuci baju inilah dia bisa menabung untuk menyambung hidup.

"Saya mencucikan baju narapidana lain dan diupah Rp 1.000/satu pasang pakaian. Setelah keluar dari penjara, bekerja apa? Tinggal di mana?" tanya Supriyadi.

Supriyadi diadili karena masuk ke rumah tetangganya pada akhir 2012 lewat jendela dengan melepas kaca nako terlebih dahulu. Saat sudah masuk ke dalam rumah, seorang ibu terbangun dari tidur siangnya dan memergoki aksinya yang hendak mencuri. Supriyadi pun digelandang warga ke polisi.

Setelah diproses penyidikan, Supriyadi akhirnya duduk di kursi pesakitan. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Supriyadi didakwa melakukan percobaan pencurian sesuai pasal 365 jo 53 KUHP. Berdasarkan fakta persidangan, JPU menuntut Supriyadi untuk dihukum 1 tahun penjara karena melakukan percobaan pencurian dan divonis 8 bulan penjara. Supriyadi memilih banding atas vonis ini.

"Sebenarnya hidup di dalam penjara lebih enak daripada hidup di luar," ucap Supriyadi bergegas menuju mobil tahanan.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%