detikcom
Rabu, 06/02/2013 13:01 WIB

Kisah Petani Blitar Jalan Kaki 21 Hari ke KPK Demi Cari Keadilan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Panas terik serta hujan deras tidak menyurutkan langkah 30 petani Blitar untuk mencari keadilan. Berjalan kaki selama 21 hari mereka tempuh untuk bisa tiba di KPK demi menyampaikan ketidakadilan.

Mereka bertolak dari Blitar tepat pada 11 Januari silam. Jumlah petani yang berangkat pun awalnya lebih dari 30 orang.

Tanpa ada bekal uang, mereka nekat mengambil rute jalur Pantura untuk bisa mencapai KPK. Di setiap tas petani tersebut, tersimpan sambal, sayur mayur dan ikan asin.

"Ini untuk lauk kami, nggak ada duit buat makan soalnya," keluh Dirun salah seorang petani yang ikut demonstrasi di depan Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (6/2/2013).

Menurut Dirun, selama perjalanan, tidak sedikit dari mereka yang jatuh sakit. Dengan terpaksa, mereka tidak ikut berjuang ke KPK.

"Banyak yang sakit, ada yang masuk rumah sakit," jelas Dirun dengan pakaian yang lusuh sambil memakai topi khas petani.

Sumbangan dari LSM dan warga jadi penyambung hidup mereka. 1 Februari kemarin, akhirnya mereka pun tiba di Komnas HAM.

Tujuannya mereka cuma satu, agar KPK mau ikut mengusut kasus tukar guling tanah Desa Jatilengger yang diduga merugikan negara Rp 1,3 miliar. Kejari Blitar sendiri sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Namun sang Bupati, yang sudah menerbitkan surat keputusan soal pelepasan hak tanah, masih tak tersentuh.

"Kami jalan kaki supaya pemerintah lihat," tandasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%