Selasa, 05/02/2013 18:23 WIB

Teman Dekat Irjen Djoko, Dipta Anindita Hanya 2 Bulan Jadi Putri Solo 2008

Muchus Budi R. - detikNews
Halaman 1 dari 2
Disbudpar
Solo - Dipta Anindita, dicegah oleh KPK terkait kasus korupsi yang membelit Irjen (Pol) Djoko Susilo. Dipta adalah juara I pada pemilihan Putra Putri Solo tahun 2008 lalu. Namun ada sisi lain yang belum diungkap.

Ternyata Dipta hanya dua bulan menyandang gelar itu. Dia mengundurkan dan mengembalikan gelar, selanjutnya dia tak lagi bisa dihubungi apalagi ditemui.

Penjelasan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta, Widdi Srihanto, Selasa (5/2/20123) siang. Widdi membenarkan bahwa Dipta Anindita adalah juara I Putri Solo 2008.

Namun Dipta tiba-tiba mengambil keputusan mendadak mengundurkan diri, tepat sebulan sebelum dikirim mewakili Solo untuk mengikuti pemilihan Mas dan Mbak Jateng.

"Setelah dinobatkan menjadi Putra Putri Solo, tiga bulan setelahnya Dipta dan Agus (juara I Putra Solo 2008 -red) akan dikirim mewakili Solo dalam ajang pemilihan Mas dan Mbak Jateng. Namun sebulan sebelum acara berlangsung Dipta mengajukan pengunduran diri. Dengan demikian dia hanya dua bulan menyandang gelar juara I Putri Solo 2008, " ujar Widdi.

Alasan Dipta dalam pengunduran diri tersebut adalah akan mengikuti ayahnya yang bekerja dan tinggal di Yaman. Dalam pengunduran diri itu Dipta mengembalikan selempang Putri Solo I 2008 berikut mahkota juara. Dengan pengunduran diri tersebut Dipta juga menyatakan tidak dapat mewakili Solo dalam pemilihan Mas dan Mbak Jateng.

"Posisi Dipta kemudian digantikan oleh Arifathul Uliana, juara II Putri Solo 2008. Dalam pemilihan Mas dan Mbak Jateng, Uli terpilih menjadi juara I Jateng 2008 dan kemudian terpilih menjadi juara I Duta Wisata Nasional 2009," kata Widdi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%