detikcom
Selasa, 05/02/2013 11:52 WIB

3 Video Mesum Siswi SMP dan Kuli Bangunan Menyebar di Garut

Mansur Hidayat - detikNews
Foto: mansur hidayat/detikcom
Garut - Belum tuntas gegeran Bupati Aceng HM Fikri, Garut kembali heboh. Kali ini dipicu beredarnya video mesum. Tak tanggung-tanggung: ada 3 video yang beredar. Pelakunya, siswi SMP dengan kuli bangunan. Polisi pun kemudian turun tangan. Siapa yang mengedarkan?

Durasi masing-masing video mesum itu berkisar 2 menitan. Dari hasil penyelidikan polisi, pemeran video adalah siswi SMP berusia 15 tahun dan pemuda berusia 22 tahun. Keduanya sengaja merekam aksi mesum itu dengan menggunakan ponsel. Belum diketahui bagaimana video itu bisa tersebar ke khalayak umum.

Kanit Reskrim Polsek Malangbong Aipda Sumika mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus video mesum tersebut. Pemeran sudah diketahui dan orangtua pemeran perempuan sudah diperiksa. "Tapi pelaku perempuan belum bisa diminta keterangan karena masih shock," kata Aipda Sumika ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (5/2/2013).

Celakanya, kata Sumika, pemeran prianya justru kabur ke Jakarta. Polisi pun berusaha memburu sang "aktor" yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu.

SMP tempat pemeran perempuan bersekolah, belum memberikan keterangan. Namun menurut informasi ABG tersebut sudah mengundurkan diri sejak videonya mulai ramai menyebar.

Video mesum itu menyebar sejak tiga minggu terakhir. Hanya saja, baru 1-2 minggu menjadi ramai diperbincangkan. Itu pun setelah diketahui, pelakunya adalah siswi SMP. "Untuk pelaku penyebaran video, masih kami kejar," tutup Aipda Sumika.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/bdi)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%