Detik.com News
Detik.com

Selasa, 05/02/2013 01:20 WIB

Air Sungai Cileungsi Meluap, Pemukiman Warga Villa Nusa Indah Terendam

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Air Sungai Cileungsi merendam pemukiman warga di peumahan Villa Nusa Indah, Bekasi, Jawa Barat. Banjir tersebut disebabkan luapan air dari sungai yang melintasi tanggul yang jebol 18 Januari 2013 lalu.

Menurut salah seorang warga RT 23, Dwi Hindarto, air mulai merendam kawasan tersebut sejak pukul 22.00 WIB. Air sempat meluap dan masuk ke rumah-rumah warga setinggi 60 centimer atau sepinggang orang dewasa.

"Ketinggian air malam ini lebih tinggi dari kejadian tanggal 18 (Januari 2013) kemarin," kata Dwi menginformasikan kepada detikcom, Selasa (5/2/2013) dini hari.

Warga yang bermukim di kawasan tersebut mau tidak mau mengungsikan anggota keluarga mereka ke beberapa tetangga yang memiliki kediaman dua lantai.

Saat air mulai memasuki perumahan, warga dan security bahu membahu memadamkan arus listrik yang mengalir di perumahan tersebut. "Warga berinisiatif memadamkan sendiri listrik di rumahnya," kata Dwi.

Saat ini, kata Dwi, air sudah berangsur surut sekitar 20 centimeter. Menurutnya, banjir yang melanda kawasan pemukimannya ini bukan pertama kali terjadi.

"Ini sudah sering, siklus 5 tahunan," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%