Selasa, 05/02/2013 00:06 WIB

Anggota TNI Tewas Diamuk Massa di Kalsel, Polisi Upayakan Persuasif

Robert - detikNews
Samarinda, - Kepolisian bersikap hati-hati mengusut insiden amuk massa yang nekat membakar anggota Kodim 1001/Amuntai Kalimantan Selatan, Praka Ruspiani, hingga tewas. Aparat lebih mengedepankan pendekatan persuasif untuk meminta keterangan warga.

"Persuasif kita kedepankan dan kita bersikap hati-hati dalam menyelidiki kasus ini dengan melihat karakteristik masyarakat setempat. Ini juga menyangkut korban dari institusi (TNI AD)," kata Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Rudi Harianto, kepada detikcom via telepon, Senin (4/2/2013).

Menurut dia, sepanjang hari ini dirinya langsung turun ke lapangan untuk menemui dan berdiskusi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat TNI, Bupati beserta unsur muspida Kabupaten Hulu Sungai Utara.

"Dalam pertemuan itu, semua pihak sangat menyesalkan adanya aksi main hakim sendiri dalam menyelesaikan masalah dan tokoh masyarakat serta tokoh agama, siap membantu kepolisian untuk mengungkap kasus ini," ujar Rudi.

"Tokoh masyarakat dan tokoh agama meminta yang benar agar disikapi aparat dengan benar dan dibela. Sedangkan yang salah, harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," tambahnya.

"Jadi, tokoh masyarakat dan tokoh agama siap membantu aparat kepolisian apabila nanti kita memerlukan keterangan warga terkait kejadian itu. Itu sangat kita apresiasi dan kami mengharapkan warga agar tidak mudah terprovokasi dan bisa menahan diri," jelasnya.

Rudi menambahkan, sepanjang hari ini tidak ada penjagaan khusus di lokasi kejadian pascainsiden mengenaskan itu. Aktivitas masyarakat pun berlangsung dengan normal.

"Aktivitas masyarakat normal, penjagaan keamanan juga normal-normal saja, tidak ada penambahan personel ataupun penjagaan ketat. Rutinitas warga dan kepolisian berjalan seperti biasa saja. Korban (Praka Ruspiani) juga sudah dimakamkan oleh keluarganya kemarin," tutupnya.

Seperti diberitakan, Praka Ruspiani, anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 1001/Amuntai, Sabtu (3/2/2013) malam lalu, meregang nyawa usai dibakar massa dari 5 desa di Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tidak hanya Ruspiani yang dibakar di tengah sebuah lapangan sepakbola, kendaraan miliknya pun ditemukan hangus.

Persoalan itu diduga kuat dipicu persoalan tanah antar pribadi. Praka Ruspiani dan rekannya dikabarkan tidak jarang melakukan pengerusakan rumah warga. Puncaknya, warga melakukan perlawanan setelah mengetahui Praka Ruspiani kembali melakukan hal serupa. Korban tertangkap warga sedangkan rekannya melarikan diri.

(ahy/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel