detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 05/02/2013 00:06 WIB

Anggota TNI Tewas Diamuk Massa di Kalsel, Polisi Upayakan Persuasif

Robert - detikNews
Samarinda, - Kepolisian bersikap hati-hati mengusut insiden amuk massa yang nekat membakar anggota Kodim 1001/Amuntai Kalimantan Selatan, Praka Ruspiani, hingga tewas. Aparat lebih mengedepankan pendekatan persuasif untuk meminta keterangan warga.

"Persuasif kita kedepankan dan kita bersikap hati-hati dalam menyelidiki kasus ini dengan melihat karakteristik masyarakat setempat. Ini juga menyangkut korban dari institusi (TNI AD)," kata Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Rudi Harianto, kepada detikcom via telepon, Senin (4/2/2013).

Menurut dia, sepanjang hari ini dirinya langsung turun ke lapangan untuk menemui dan berdiskusi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat TNI, Bupati beserta unsur muspida Kabupaten Hulu Sungai Utara.

"Dalam pertemuan itu, semua pihak sangat menyesalkan adanya aksi main hakim sendiri dalam menyelesaikan masalah dan tokoh masyarakat serta tokoh agama, siap membantu kepolisian untuk mengungkap kasus ini," ujar Rudi.

"Tokoh masyarakat dan tokoh agama meminta yang benar agar disikapi aparat dengan benar dan dibela. Sedangkan yang salah, harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," tambahnya.

"Jadi, tokoh masyarakat dan tokoh agama siap membantu aparat kepolisian apabila nanti kita memerlukan keterangan warga terkait kejadian itu. Itu sangat kita apresiasi dan kami mengharapkan warga agar tidak mudah terprovokasi dan bisa menahan diri," jelasnya.

Rudi menambahkan, sepanjang hari ini tidak ada penjagaan khusus di lokasi kejadian pascainsiden mengenaskan itu. Aktivitas masyarakat pun berlangsung dengan normal.

"Aktivitas masyarakat normal, penjagaan keamanan juga normal-normal saja, tidak ada penambahan personel ataupun penjagaan ketat. Rutinitas warga dan kepolisian berjalan seperti biasa saja. Korban (Praka Ruspiani) juga sudah dimakamkan oleh keluarganya kemarin," tutupnya.

Seperti diberitakan, Praka Ruspiani, anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 1001/Amuntai, Sabtu (3/2/2013) malam lalu, meregang nyawa usai dibakar massa dari 5 desa di Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tidak hanya Ruspiani yang dibakar di tengah sebuah lapangan sepakbola, kendaraan miliknya pun ditemukan hangus.

Persoalan itu diduga kuat dipicu persoalan tanah antar pribadi. Praka Ruspiani dan rekannya dikabarkan tidak jarang melakukan pengerusakan rumah warga. Puncaknya, warga melakukan perlawanan setelah mengetahui Praka Ruspiani kembali melakukan hal serupa. Korban tertangkap warga sedangkan rekannya melarikan diri.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%