Detik.com News
Detik.com
Senin, 04/02/2013 15:47 WIB

Tanaman Mirip Ghat 'Chatinone' 2 Ha di Baturaden Digaris Polisi

Arbi Anugrah - detikNews
Tanaman Mirip Ghat Chatinone 2 Ha di Baturaden Digaris Polisi Foto: arbi anugrah/detikcom
Banyumas - Polisi langsung mengecek begitu mendengar laporan adanya tanaman mirip Ghat atau Khat di Baturaden, Banyumas, Jateng. Agar tanaman tidak disalahgunakan, mereka memasang garis polisi di lahan seluas 2 hektare tersebut.

Tanaman itu terletak di sebuah lahan Dusun Munggangsari, Desa Karang Salam, Baturaden, Banyumas. Lahan dimiliki warga tapi statusnya disewa oleh orang keturunan Arab yang tinggal di Purwokerto selama 10 tahun.

Setelah mendapatkan laporan dari lembaga desa setempat, sejumlah polisi, termasuk Kapolres Banyumas AKBP Dwiyono, mendatangi lokasi, Senin (4/2/2013). "Karena itu, kita melalukan pengecekan terlebih dulu," kata ABKP Dwiyono.

Kapolres mengakui adanya kemiripan antara tanaman Ghat atau Khat dengan tanaman yang tumbuh subur di Baturaden. Namun untuk memastikannya, polisi membawa sampel tanaman ke Laboratorium Kriminal tentang legalitas daun.

"Sambil menunggu uji hasil sampel, kita pasang garis polisi," imbuhnya.

Sebelumnya, tanaman mirip Ghat atau Khat ditemukan di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Pekan lalu, sebagian warga mencabuti tanaman tersebut karena takut terjerat hukum. Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengambil sampel untuk memastikan jenis tanaman.

Ghat atau Khat adalah bahan pembuat Chatinone, narkotika golongan I. Zat ini hanya boleh digunakan untuk kepentingan riset.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(arb/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%