detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 03/02/2013 16:43 WIB

Kasus Suap Daging Impor, KPK Pasti Punya Bukti Kuat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - PKS sempat mempertanyakan penangkapan Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK. Namun KPK diyakini tak asal tangkap dan telah memiliki bukti kuat.

"Saya meyakini KPK bukanlah lembaga yang berani asal menetapkan tersangka dan menangkap, pasti ada bukti kuat," kata pengacara Achmad Rifai.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Lembaha Penegakan Hukum & Strategi Nasional di rumah makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (3/2/2013). Diskusi ini dihadiri mantan pimpinan KPK Bibit Samad Rianto, Pendiri PKS Yusuf Supendi dan Pengamat Politik J Kristiadi.

Rifai menilai penangkapan yang dilakukan KPK terhadap Luthfi Hasan sudah sesuai prosedur. Rifai juga tak melihat adanya konspirasi dalam penetapan tersangka dan penangkapan Luthfi Hasan.

"Ini murni penagakan hukum," ujarnya.

Bila PKS melawan dengan menuding adanya konspirasi, hal itu diyakini malah akan memperburuk citrak PKS. PKS malah bisa makin terpuruk di 2014.

"Kalau berdasarkan fakta hukum ini dilawan poltik, maka ada banyak hal yang bisa disikapi. Akan lebih baik jika ini tak dilawan dengan politik," imbuhnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(trq/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%