Minggu, 03/02/2013 12:53 WIB

Dilaporkan Tahun 2005, Bagaimana Akhir Kasus Luthfi & Fathanah?

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Nama Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah pernah jadi terlapor atas kasus dugaan penipuan di Polda Metro Jaya pada tahun 2005. Bagaimana perkembangan kasus keduanya kini?

Dalam arsip berita detikcom pada 4 April 2005, Luthfi Hasan sebagai komisaris utama PT Atlas Jaringan I dan Ahmad Fathanah yang menggunakan nama Olong Achmad Fadli Luran sebagai direktur utama dilaporkan oleh Direktur PT Osami Multimedia, Amalia Murad. Keduanya diduga melakukan penipuan sebesar Rp 5,4 miliar.

Nama Ahmad Fathanah memang tak pernah muncul kala itu, karena dia menggunakan nama Olong Achmad Fadli Luran di akta perusahaan. Baru setelah kasus di KPK mencuat, diketahui Fathanah adalah orang yang sama dengan Olong. Pihak keluarga sudah memastikan hal ini.

"Kami tahunya Olong itu sebagai bussinesman saja. Kami tidak tahu bisnisnya apa, kami juga tidak tahu apakah ia kader salah satu partai," kata kakak Fathanah, Zulkifli, ketika menggelar jumpa pers di Warung Kopi Phoenam, Jalan Boulevard, Makassar, Jumat (1/2) lalu.

Nah, bagaimana perkembangan kasusnya sekarang? Fachmi A Bachmid selaku kuasa hukum pelapor saat itu mengatakan, Olong alias Ahmad Fathanah sudah disidang di PN Jakarta Pusat. Seingatnya, kasus itu sudah putus dan Olong ditahan.

Namun, khusus untuk Luthfi, dia tak bisa mengingatnya. Sebab, nama Luthfi memang muncul di berkas pemeriksaan Olong, tapi tak jelas perkembangannya.

"Memang benar ada kejadian tahun 2005, yang dilaporkan Olong dan sudah sidang, mungkin sudah in kracht," kata Fachmi saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (3/1/2013).Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%