detikcom
Sabtu, 02/02/2013 14:22 WIB

Kepergok Tidur Saat Memimpin Sidang, Hakim Rusia Mundur dari Jabatan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Yevhgeny Makhno (news.com.au)
Moskow - Seorang hakim di Rusia kepergok tertidur saat memimpin suatu persidangan. Aksi tak profesional sang hakim ini terekam kamera. Akibatnya, hakim ini pun mengundurkan diri dari jabatannya.

Rekaman video ini diambil saat persidangan pada Juli 2012 lalu di Blagoveshchensk, namun baru diunggah secara online pada Januari lalu. Dalam rekaman video tersebut, terlihat tingkah laku hakim bernama Yevhgeny Makhno tersebut.

Awalnya, hakim Makhno terlihat mengangguk saat pengacara terdakwa menyampaikan argumen dalam persidangan. Beberapa saat kemudian, Makhno terlihat sudah mengubah posisi duduknya. Dia duduk dengan posisi merosot di kursi dengan kepalanya disandarkan di salah satu sisi kursi.

Masih dalam video tersebut, terlihat Hakim Makhno yang menjatuhkan vonis kepada terdakwa, yang terjerat kasus penipuan bisnis. Makhno menjatuhkan hukuman 5 tahun kerja paksa kepada terdakwa. Demikian seperti dilansir mirror.co.uk, Sabtu (2/2/2013).

Video ini beredar luas di masyarakat dan menuai kritikan tajam bagi sistem peradilan di Rusia, yang sebelumnya sangat dihormati. Publik pun merasa marah dengan tingkah laku hakim Makhno tersebut.

Melihat reaksi keras pubik, hakim Makhno akhirnya mengundurkan diri. "Panel Kualifikasi Hakim menerima pengunduran diri Makhno dari posisinya," jelas hakim regional Valentina Pozharskaya kepada kantor berita RIA Novosti.

Namun diketahui bahwa, Makhno akan bisa kembali menjabat jika dia kembali mengikuti ujian kualifikasi hakim.

(nvc/fjp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%