detikcom

Sabtu, 02/02/2013 10:26 WIB

Kasus Luthfi, PKS Khawatir KPK Ada yang Menunggangi

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan presiden PKS Luthfi Hasan terkait dugaan suap impor daging sapi. Penangkapan ini menuai kritik dari Ketua DPP PKS Sohibul Iman.

"Bagi kami, kami tetap konsisten KPK harus tetap menjadi lembaga pemberantasan korupsi di negeri ini. KPK ini kami posisikan lembaga extraordinary untuk menangani extraordinary crime, memiliki hak-hak istimewa, bahkan hak subjektif seperti apakah menahan atau tidak," kata Sohibul.

Sohibul menyampaikan hal ini dalam diskusi 'Prahara karena Sapi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2013).

Sohibul menjelasan hak subjektif KPK tersebut rentan mendatangkan pihak-pihak yang ingin menunggangi KPK. Namun ia masih memiliki keyakinan integritas KPK masih baik.

"Catatan kami kepada KPK, hak subjektif semacam ini betul-betul diterapkan dengan penuh kesadaran tentang ruang. Artinya hukum kan bukan ruang hampa, ketika KPK tidak hati-hati, kami khawatir ada yang menunggangi. Kami percaya integritas pimpinan KPK," ujar Sohibul.

Sohibul mengingatkan kemungkinan adanya masalah struktural antara pemimpin KPK yang tidak sampai ke pegawai KPK di lapangan. Para pegawai di lapangan ini rentan ditunggangi.

"Tidak seluruhnya pimpinan KPK memiliki rentan kendali ke para penyidiknya. Bisa saja penunggangnya di level bawah. Kami ingin KPK tetap berwibawa, kalau tertunggangi free rider dan dibaca publik tidak masuk akal, maka akan jatuh," ujar Sohibul.

Sohibul pun mengungkit hak subjektif KPK dan cara KPK menangani kasus yang berbeda. Ia mencontohkan seperti Andi Mallarangeng yang diperlakukan jauh berbeda dengan Luthfi Hasan.

"Pak Johan Budi mengatakan, Pak Luthfi hasil pengembangan tangkap tangan. Menurut saya, Pak Andi Mallarangeng juga pengembangan dari tangkap tangan. Jadi dua-duanya bukan tangkap tangan, sama. Tapi kenapa yang satu dibiarkan, yang satu ditangkap," ujar Sohibul.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%