Jumat, 01/02/2013 23:30 WIB

Kepergok Bawa 2 Kg Ganja, Pemuda Ini Mengaku untuk Oleh-Oleh

Adan Bakar - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Lampung - Seorang pemuda asal Payakumpuh, Sumatera Barat, Susilo (28), di tangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, karena membawa 2 Kg ganja. Susilo berdalih bukan untuk menjual ganja, hanya sekedar membawa oleh-oleh untuk temannya di Bogor.

Susilo ditangkap dalam bus NPM dengan nomor polisi BA 3524 JB saat hendak melewati Pos Pemeriksaan Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni, tadi malam. Ganja kering yang dibungkus pelastik itu disimpan dalam ransel yang dibawa tersangka.

Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan AKP Aden Kristiantonomo mengatakan tersangka diketahui membawa ganja ketika hendak melewati pos pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni. Ganja disimpan dalam ransel dan dimasukkan ke bawah kursi penumpang. “Tersangka tidak bisa mengelak ketika petugas menemukan ganja dibawah kursinya,” kata Aden, kepada detikcom, Jumat (1/2/2013).

Menurut Aden, tersangka mengaku ganja seharga Rp2,7 juta itu dibeli dari seorang rekannya di Sumatera Barat. Ganja itu bukan untuk dijual, hanya sebagai oleh-oleh untuk kawannya yang tinggal di Bogor. “Saya mau main ke rumah teman di Bogor, jadi sebagai oleh-olehnya saya bawakan ganja. kebetulan teman saya memang suka pakai ganja. “Susilo mengku bukan untuk menjual lagi ganja tersebut. Ganja itu akan dipakai sendiri bersama dengan teman-temannya,” ujar Aden.

Dia menjelaskan, polisi tiak begitu saja mempercayai alasan tersangka. Susilo aka dijerat dengan pasal berlapis tentang kepemilikan ganja. Tersangka akan dijerat dengan pasal 111 ayat (1) dan pasal 114 ayat (2) UU No.35 tahun 20009 tentang narkotika. Hukuman yang akan dijatuhkan bisa mencapai 6 tahun sampai 20 tahun, dengan denda miliaran rupiah.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%