detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 05/02/2013 12:01 WIB

Updated

Polisi Tangkap Pelajar SMK Yapimda Terkait Pembacokan

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Seorang pelajar SMK Yapimda, diamankan Polsek Jagakarsa. Remaja pria ini diketahui telah melakukan aksi penganiayaan yang menyebabkan dua orang siswa kelas 1 dari SMK Grafika mengalami luka bacok akibat sabetan celurit.

"Tersangka Adoe (18) mengejar 2 korban yang berumur 15 tahun, dua-duanya mengenai punggung menggunakan clurit," ujar kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Hermawan saat ditemui di Mapolres Jaksel Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).

Hermawan menuturkan kejadian berawal dari tawuran pelajar SMK Grafika dan SMK Yapimda di depan Kampus IISIP Lenteng Agung sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (21/13). Setelah tawuran usai, tersangka Adoe mengejar dua korban berinisial R (15) dan C (15) lalu membacok keduanya.

Setelah melakukan penganiayaan, tersangka sembunyi dirumahnya. Selanjutnya berdasarkan hasil penyelidikan mendalam Polsek Jagakarsa, sekitar pukul 13.30 WIB tersangka berhasil diamankan dikediamannya berserta barang bukti satu buah clurit.

"Karena Pelaku sendiri berumur 18 tahun artinya menurut uu anak sudah cukup dewasa, sehingga pasal yang bersangkutan saksinya sama. Maka Pasal yang disangkakan adalah 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 5 tahun penjara," terangnya.

Hermawan mengatakan telah berkoordinasi dengan kedua sekolah, karena diketahui sering sekali terjadi tawuran, meskipun tidak ada intervensi dari alumni dan pengaruh minuman keras.

"Memang sudah lama bermusuhan, kalau mereka bertemu selalu ribut. Maka kita juga sudah bekoordinasi dengan pihak sekolah, dimana Pihak Binmas akan melakukan penyuluhan Sedangkan Untuk razia tetap dilakukan,"ungkap Hermawan.

Hermawan mengingatkan kepada siswa lainnya agar jangan terpengaruh saat diajak tawuran, karena saksinya cukup berat.

"Banyak contoh pelaku pengeroyokkan semuanya bisa kena saksi dan bisa ditahan dan prosesnya cepat," pungkasnya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ndu/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%