Detik.com News
Detik.com
Jumat, 01/02/2013 10:49 WIB

Akhirnya KPU Mempunyai Sekjen Baru

M Iqbal - detikNews
Akhirnya KPU Mempunyai Sekjen Baru
Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU saat ini dijabat oleh Arief Rahman Hakim. Pelantikannya oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik digelar di auditorium kantor lembaga negara penyelenggara pemilu dan pilpres itu pagi ini.

"Saya ketua Komusi Pemilihan Umum telah melantik sadara berdasarkan keputusan presiden (Kepres) nomor 16. Saya percaya saudara akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya menurut undang-undang," kata ketua KPU dalam pelantikan di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (1/2/2013).

Pelantikan dimulai pukul 10.15 WIB, dihadiri oleh seluruh komisioner KPU besera komisioner Bawaslu. Hadir pula dalam pelantikan itu sekjen KPU yang lama Suripto Bambang.

Usai dilantik oleh ketua KPU didampingi oleh rohaniawan, dilanjutkan dengan penyerahan dan penandatangan serah terima jabatan (Sertijab) antara Sekjen yang lama kepada Sekjen yang baru dilantik

Sekjen KPU lama, Suripto bambang menyampaikan sambutannya dalam pelantikan itu. Ia menuturkan bersyukur telah melaksanan tugasnya selama 5 tahun di KPU sebagai Sekjen.

"Saya terharu bisa selesaikan tugas sebagai pegawai negeri sipil dalam umur 60 tahun. Saya melaksanakan tugas ini kurang lebih 5 tahun. Selama 5 tahun ini dengan segala kekurangan saya tulus ikhlas bekerja," ucapnya.

(iqb/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%