Kamis, 31/01/2013 19:20 WIB

Iran berencana percepat pengayaan uranium

BBCIndonesia.com - detikNews
Reaktor nuklir Natanz

Reaktor nuklir Natanz menjadi fokus dalam sengketa Iran dengan PBB.

Iran sudah mengatakan kepada Badan Tenaga Atom PBB bahwa mereka merencanakan untuk meningkatkan pengayaan uraniumnya.

Sumber-sumber diplomat menyebutkan negara itu akan mempercepat pengayaan uranium, yang meningkatkan kekhawatiran atas tujuan Iran dalam program nuklirnya.

Rencana itu dipaparkan dalam surat kepada IAEA tertanggal 23 Januari.

Dalam surat disebutkan bahwa model centrifuge yang disebut IR2M bisa bekerja lebih cepat sampai dua atau tiga kali dari peralatan yang digunakan Iran saat ini, seperti dilaporkan kantor berita AP.

IAEA sudah mengirim surat kepada negara-negara anggotanya yang mengatakan bahwa Iran memberi informasi tentang penggunaan mesin yang lebih cepat di reaktor nuklirnya di Natanz.

"Sekretariat menerima surat dari Organisasi Energi Atom Iran, AEOI, tertanggal 23 Januari yang memberi informasi bahwa mereka menggunakan mesin centrifuge jenis IR2M yang akan digunakan di Unit A-22 pada Reaktor Pengayaan Bahan Bakar di Natanz," seperti tertulis dalam surat IAEA.

Rencana IAEA ke Iran

Reaktor Natanz -yang terletak di Iran tengah- merupakan fokus dalam sengketa Iran dengan DK PBB sehubungan dengan program nuklirnya.

Reaktor nuklir Iran

Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.

Laporan-laporan menyebutkan selama ini Natanz -dan juga reaktor Fordo- menggunakan mesin IR-1 buatan dalam negeri dan sudah melakukan uji coba untuk mesin baru sejak musim panas 2010.

November tahun lalu sebuah laporan IAEA yang bocor mengatakan Iran bisa dengan segera menggandakan pengoperasian reaktor Fordo.

Pemerintah Teheran menegaskan progam nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai namun Amerika Serikat dan negara-negara Barat menduganya untuk pembangunan senjata nuklir.

Sementara itu, pejabat tinggi Uni Eropa untuk masalah luar negeri, Catherine Ashton, mengatakan keyakinannya bahwa perundingan tentang progam nuklir Iran akan berlangsung dalam waktu dekat.

Dalam perkembangan lain, para ahli IAEA rencananya akan berkunjung ke Teheran pada tanggal 13 Februari untuk menindaklanjuti upaya mereka dalam mendapatkan informasi di seputar tuduhan bahwa Iran mengembangkan senjata nuklir.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%