detikcom
Kamis, 31/01/2013 15:26 WIB

Rusia Kecam Serangan Udara Israel terhadap Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Moskow, - Pemerintah Rusia prihatin dan mengecam serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap Suriah. Serangan itu jelas-jelas merupakan pelanggaran Piagam PBB dan tak bisa diterima.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sangat prihatin akan klaim Suriah bahwa pusat militernya telah digempur oleh jet tempur Israel. Bom-bom udara juga dijatuhkan di dekat perbatasan Libanon dan Suriah.

"Jika informasi ini benar, maka kita berurusan dengan serangan tak beralasan terhadap target-target yang berlokasi di wilayah sebuah negara berdaulat, yang terang-terangan melanggar Piagam PBB dan tak bisa diterima, apapun motif yang digunakan untuk justifikasinya," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/1/2013).

"Kami sekali lagi menyerukan dihentikannya semua kekerasan di Suriah... dan dimulainya dialog antar-Suriah yang didasarkan pada kesepakatan Jenewa 30 Juni 2012," imbuh kementerian.

Rusia telah tiga kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad terkait konflik di negaranya. Lebih dari 60 ribu orang telah tewas sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 silam.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%