detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 31/01/2013 15:26 WIB

Rusia Kecam Serangan Udara Israel terhadap Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Moskow, - Pemerintah Rusia prihatin dan mengecam serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap Suriah. Serangan itu jelas-jelas merupakan pelanggaran Piagam PBB dan tak bisa diterima.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sangat prihatin akan klaim Suriah bahwa pusat militernya telah digempur oleh jet tempur Israel. Bom-bom udara juga dijatuhkan di dekat perbatasan Libanon dan Suriah.

"Jika informasi ini benar, maka kita berurusan dengan serangan tak beralasan terhadap target-target yang berlokasi di wilayah sebuah negara berdaulat, yang terang-terangan melanggar Piagam PBB dan tak bisa diterima, apapun motif yang digunakan untuk justifikasinya," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/1/2013).

"Kami sekali lagi menyerukan dihentikannya semua kekerasan di Suriah... dan dimulainya dialog antar-Suriah yang didasarkan pada kesepakatan Jenewa 30 Juni 2012," imbuh kementerian.

Rusia telah tiga kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad terkait konflik di negaranya. Lebih dari 60 ribu orang telah tewas sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 silam.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%