detikcom
Kamis, 31/01/2013 15:22 WIB

Hari ke-108 Jokowi

Jokowi Soal Penanganan Banjir: Sudah Bertahun-tahun Rapat...Repet

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berpendapat diperlukan Perda agar penanganan bencana banjir terealisasi secara konkret. Kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah daerah juga harus terkoneksi dengan baik.

"Ini kalau sampai ada sebuah kesepakatan dan menjadikan itu sebagai Perda yang konkret, yang real, itu bisa cepat tertangani. Tapi kalau melihat seperti ini tadi, banyak yang nggak sambung. Kita ngomong apa adanya," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi di sela-sela rapat dengan Komisi V DPR di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/11/2013).

Selain Jokowi, Komisi V DPR juga mengundang Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Menteri PU Djoko Kirmanto, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kepala Basarnas M Alfan Baharuddin. Semua undangan hadir kecuali Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda).

Menurut dia, penanganan masalah banjir harus dikoneksikan dan perlu solusi nyata. "Ya ini kan persoalan dari hulu ke hilir ini yang harus dikoneksikan di situ. Jadi ini harus kerja apa, Kementerian PU harus kerja apa, DKI harus kerja apa. Yang konkret kalau saya. Ya percuma kalau cuma ngerak-ngeruk, normalisasi buat situ, tapi di hulunya nggak dikerjain ya percuma. Itu saya kira dewan betul. Itu harus dikoneksikan dan udah bertahun-tahun dirapatkan, rapat... rapat, repet... repet. Kalau nggak ada sebuah solusi untuk apa kita," papar Jokowi yang terbalut baju batik warna coklat ini.

Artinya kinerja gububernur tetangga tidak baik, Pak? "Ah saya nggak bilang gitu. Artinya kita lihat ke depan ini dikoneksikan karena ini udah berpuluh tahun dan berkali-kali rapat nggak ada sebuah realisasi yang konkret, nggak ada sebuah kerja yang benar. Jadi kalau hanya parsial-parsial ya nggak ketemu. Ya makanya disambungkan," jawab Jokowi.

Jokowi menambahkan pertemuan bersama DPR momentum yang bagus. "Artinya dikaji-kaji dari dewan, dikoneksikan antara hulu sampai hilir, kementerian antara gubernur-gubernur semua diketemuin. Kalau diketemuin ya sambung cret...., tinggal kalau ini menyangkut anggaran, berapa gede anggaran yang dibutuhkan, dewan juga ikut berusaha agar itu anggaran yang dibutuhkan juga disiapkan. Hulunya butuh berapa, hilirnya butuh berapa ya disiapin," kata Jokowi.




Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%