Kamis, 31/01/2013 08:46 WIB

Diperiksa KPK, Mahasiswi Cantik Gemetar & Merengek Minta Pulang

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Maharani (19) ikut diamankan KPK dalam kasus suap daging impor. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di kawasan Kebayoran Baru, Jaksel yang akrab disapa Rani ini diamankan dari kamar hotel bersama tersangka Ahmad Fathanah.

"Penggerebekan dilakukan maghrib. Kamar didobrak, keduanya masih di dalam kamar," jelas penegak hukum yang enggan disebutkan namanya saat berbincang, Kamis (30/1/2013).

Saat itu seperti biasanya, dalam setiap aksi tangkap tangan tim KPK selalu membawa kamera video. Gambar ini akan menjadi barang bukti bahwa benar terjadi praktek suap.

"Jadi ya begitu. Tapi ini semua sesuai proses hukum," imbuh penyidik itu.

Rani kemudian digelandang bersama Fathanah. Keterangan resmi KPK, penangkapan keduanya dilakukan di basement di mobil dengan bukti uang Rp 1 miliar.

Singkat cerita, Rani yang mengenakan kemeja hitam lengan panjang dan rok ini pun dibawa KPK setelah penangkapan pada Selasa (29/1) malam. Rani diperlakukan dengan baik, diberi makan dan diberi waktu untuk istirahat.

"Dia merengek terus minta pulang," bisik penegak hukum itu.

Rani tak menangis, tapi dia menjelaskan soal keberadaannya di lokasi itu. Dia memang diundang datang untuk menemani Fathanah. Dia diminta menunggu di hotel.

"Dia juga cerita, di kamar juga sempat cerita ngobrol sama tersangka, sambil merokok," terang sumber penegak hukum itu.

Rani akhirnya dibebaskan KPK pada dini hari tadi. Rani menutupi wajahnya dengan rambutnya yang panjang. Sayangnya Rani tak mau berkomentar saat dimintai konfirmasi soal keberadaannya di kamar hotel itu. Sedang juru bicara KPK Johan Budi tak mau berkomentar soal penangkapan Rani. "M diamankan bersama AF," jelas Johan.

KPK dalam kasus suap daging ini telah menetapkan 4 tersangka. Mereka yakni Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan, juga Juard Effendi dan Arby Arya Effendi dari PT Indoguna, perusahaan pengimpor daging.

(ndr/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    73%
    Kontra
    27%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel