detikcom
Kamis, 31/01/2013 07:57 WIB

Kasus Suap Daging, Kenapa Sang Mahasiswi Cantik Dibebaskan KPK?

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Kasus dugaan suap daging impor ikut membawa nama Maharani (19), seorang mahasiswi sebuah PTS di Jakarta. Rani, biasa gadis itu disapa, ikut diamankan KPK di basement Hotel Le Meridien pada Selasa (29/1) malam.

"Ada wanita muda, M yang ikut diamankan," kata juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Rabu (30/1).

Sayangnya Johan tak merinci, apa yang dilakukan Rani. Tapi dijelaskan, Rani ini ditemui tersangka Ahmad Fathanah di hotel itu. Fathanah menemui Rani usai serah terima uang Rp 1 miliar.

"M ditemui di hotel oleh AF. Keduanya diamankan di basement, di mobil di jok belakang disita uang Rp 1 M," imbuh Johan.

Fathanah digelandang KPK. Diduga dia menjadi perantara dalam kasus suap yang menyeret anggota DPR Luthfi Hasan Ishaaq ini. Ada 4 tersangka dalam kasus ini, Fathanah dan Luthfi, juga Juard Effendi dan Arby Arya Effendi dari PT Indoguna, perusahaan pengimpor daging.

Sedang Rani dibebaskan pada Kamis (31/1) dini hari. Memakai rok pendek dan kemeja hitam lengan panjang, Rani menutupi wajahnya dengan rambutnya yang terurai. Tak ada kata dari mahasiswi ini saat dimintai konfirmasi wartawan. Johan menyebut Rani hanya saksi jadi dia dibebaskan.

Nah, soal Rani ini, peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia, Jamil Mubarok angkat bicara. Menurut dia harus diusut soal keberadaan Rani di lokasi.

"M tidak akan ada jika tidak ada rencana suap PT IU ke LHI. Ini mesti dijelaskan, apakah ini bagian dugaan gratifikasi? Ini penting untuk jadi bahan pembelajaran," jelas Jamil.

Jamil menuturkan, KPK harus bisa membuktikan apakah keterlibatan Rani dalam proses itu, sesuai pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 12 B UU 20/2001 UU Tipikor. "AF dan M dikategorikan sebagai orang yang turut serta dalam perbuatan satu tindak pidana," jelas Jamil.


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(ndr/trq)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close