detikcom
Kamis, 31/01/2013 07:52 WIB

Pendiri PKS Yusuf Supendi Bicara Mengenai Status Tersangka Luthfi Hasan

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Salah seorang pendiri PKS, Yusuf Supendi, angkat bicara mengenai status tersangka Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq. Dia merasa wajar Luthfi Hasan menjadi tersangka di KPK. Kok bisa?

"Sejumlah rekan-rekan wartawan memang menanyakan kepada saya kasus tersangkanya Pak Luthfi ini terkait impor daging, apakah kepentingan pribadi atau partai? Bisa saja kedua-duanya, kan istrinya tiga dan partai perlu biaya operasional untuk menghadapi pemilu 2014," kata Yusuf Supendi saat ditemui di kediamannya di Jalan LAPAN V Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2013).

"Saya sebagai pendiri PK (Partai Keadilan, cikal bakal PKS) tidak kaget dan itu manusiawi jika Luthfi menjadi tersangka di KPK dalam kasus impor daging sapi," imbuhnya.

Yusuf yang telah keluar dari PKS meyakini jika dalam perkembangan kasusnya nanti Luthfi terbukti bersalah, maka PKS akan hancur di Pemilu 2014. Rakyat tak akan percaya lagi kepada PKS.

"Jika status tersangka ini berlanjut menjadi terdakwa dan terpidana, maka punahlah nasib dan harapan PKS menjadi tiga partai besar di Pemilu 2014 dan rakyat tidak akan percaya lagi kepada PKS," ujarnya.

Yusuf meminta eks rekan-rekannya di PKS mencoba menerima kenyataan status tersangka Luthfi. Jangan malah menyalahkan pihak lain yang tak ada hubungannya dengan kasus ini.

"Jika informasi yang sedang berkembang tentang dugaan sejumlah elit PKS terlibat kasus impor daging sapi, alangkah bijaknya bila Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid tidak sembrono menilai dan berkilah tahun 2013 adalah tahun politik sandera. Kenapa tahun yang disalahkan? Sadarlah dan harus kita hargai, KPK tidak akan serampangan dalam bertindak," imbuh dia.

Sebelumnya Luthfi Hasan sudah membantah menerima uang suap daging impor. Dia menegaskan tak ada kader PKS yang menerima uang suap tersebut.

"Tetapi sudah barang tentu informasi tentang penyuapan itu, andai itu benar sudah barang tentu saya tidak menerimanya. Tidak saya, tidak pula kader partai, tidak menerima tindakan yang seperti itu," kata Luthfi di Markas PKS, di Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid juga menegaskan PKS tetap berkomitmen dalam memberantas korupsi meski ada kasus yang sedang menimpa kadernya. "Kami akan tetap survive untuk memberantas korupsi," imbuh pria yang juga mantan Presiden PKS itu di tempat yang sama.

(trq/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel