Detik.com News
Detik.com
Kamis, 31/01/2013 02:32 WIB

Kasus Suap Daging Impor

Mahasiswi Cantik yang Sempat Ditahan KPK Dibebaskan

Moksa Hutasoit - detikNews
 Mahasiswi Cantik yang Sempat Ditahan KPK Dibebaskan Maharani di KPK (Foto: Moksa/detikcom)
Jakarta - Mahasiswi cantik yang ditangkap bersama tersangka kasus dugaan suap daging impor, Maharani (19), dibebaskan KPK. Begitu keluar dari gedung KPK, Maharani langsung naik taksi tanpa memberi keterangan kepada awak media.

Pantauan detikcom di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013), Maharani keluar dari sekitar pukul 02.10 WIB. Berjalan dari lobi KPK ke taksi yang menjemputnya, Rani terus menunduk dan menutupi wajah dengan rambut panjangnya.

Rani sama sekali tak menggubris pertanyaan wartawan. Dia langsung masuk ke taksi yang sudah menunggu di depan lobi. "Langsung jalan, Pak," katanya kepada sopir taksi.

Namun wartawan mencegah taksi itu pergi dari KPK. Meski demikian, Rani bergeming dan tetap tak menjawab pertanyaan. Kemudian taksi akhirnya berhasil meninggalkan KPK.

Maharani adalah mahasiswi dari sebuah PTS di Jakarta yang ikut diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan kasus suap daging sapi impor. Dia kabarnya memang sudah disiapkan untuk menemani seorang tersangka Ahmad Fathanah di hotel.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Rabu (30/1/2013) malam, usai penyerahan uang di PT IU, KPK terus membuntuti Ahmad Fathanah. Pria yang diduga kuat punya hubungan dengan Luthfi Hasan ini kemudian bergerak menuju Hotel LM di kawasan Sudirman.

Ternyata di sebuah kamar, Maharani sudah dipersiapkan untuk Ahmad Fathanah. Maharani diberi imbalan Rp 10 juta untuk menemani Ahmad Fathanah di hotel.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%