BBC Indonesia
Rabu, 30/01/2013 22:40 WIB

Staf LSM Amerika dipindahkan dari Rusia

BBCIndonesia.com - detikNews
Protes menentang Putin

Presiden Putin menuding Amerika Serikat berada di belakang unjuk rasa yang menentangnya.

Dua lembaga swadaya masyarakat prodemokrasi Amerika Serikat memindahkan para staf warga Rusia dan keluarganya dari Rusia karena kekhawatiran akan keselamatan mereka.

National Democratic Institute, NDI, dan International Republican Institute, IRI, sudah menutup kantor di Rusia tahun lalu setelah diberlakukannya undang-undang baru tentang pengkhianatan atas negara.

Hampir semua staf warga Rusia sudah dipindahkan ke Lithuania dan sedang menunggu izin kerja di negara tersebut.

Beberapa di antaranya mengatakan kepada BBC bahwa mereka sudah mendapat peringatan dari aparat keamanan tentang kemungkinan dakwaan pengkhianatan atas negara.

Salah seorang staf mengatakan kepada harian Kommersant bahwa selama di Rusia mereka bekerja dalam situasi yang semakin menegangkan.

"Di kantor pusat Amerika Serikat, mereka mengetahui semakin berkembangnya situasi permusuhan di sini," tutur staf yang tidak disebutkan namanya itu.

Ketegangan Rusia-AS

Setelah Maret lalu kembali terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan yang ketiga, Vladimir Putin tampaknya meningkatkan kritiknya terhadap Amerika Serikat.

Vladimir Putin

Hubungan Rusia-AS menegang setelah Putin terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga.

Putin menuduh Amerika Serikat berada di belakang unjuk rasa yang menentang terpilihnya dia kembali sebagai presiden untuk masa jabatan kedua -dengan selang empat tahun sebagai perdana menteri.

Akhir Desember lalu, Putin juga memberlakukan undang-undang yang melarang warga Amerika Serikat mengadopsi anak-anak Rusia.

Langkah tersebut diambil sebagai tanggapan atas undang-undang di AS yang menempatkan para pejabat Rusia yang diduga melanggar HAM dalam daftar hitam.

Washington menghukum para pejabat Rusia itu sehubungan dengan tewasnya seorang warga Rusia, Sergei Magnitsky, ketika sedang di tahanan pada tahun 2009.

(bbc/bbc)



  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
62%
Kontra
38%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel