detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 20:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 30/01/2013 06:28 WIB

Tak Ada Bakal Calon Independen yang Maju Pada Pilgub Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Penutupan pendaftaran bakal calon perseorangan gubernur Jateng (Angling)
Semarang, - Tepat pukul 00.00 WIB dini hari tadi, Rabu (30/1/2013) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menutup pendaftaran Bakal Calon Perseorangan Gubernur Jawa Tengah 2013. Hasilnya dipastikan tidak ada bakal calon Gubernur Jateng yang maju melalui jalur Independen.

Ketua KPU Jateng, Fajar Subhi AK Arif mengatakan setelah lima hari dibuka pendaftaran sejak Jumat (25/1) hingga Rabu (29/1) malam, tidak ada sama sekali calon independen yang datang ke kesekertariatan yang digelar di Auditorium UNDIP Imam Bardjo Semarang.

"Sampai ditutup resmi tidak ada yang mengumpulkan syarat. Maka untuk Pilgub Jateng 2013, dipastikan tidak ada yang lewat jalur perseorangan," kata Fajar di Auditorium UNDIP, Jl Imam Bardjo usai menutup pendaftaran, Rabu (30/1/2013) dini hari.

Selama lima hari tersebut diketahui hanya satu orang yang mendatangi panitia. Itupun hanya menanyakan syarat dan tidak membawa dokumen yang disyaratkan.

"Cuma tanya syarat, namanya Eko Rudiono dari Kabupaten Pekalongan. Kesini tanpa persiapan, tidak bawa dokumen," tandasnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya akan bersiap untuk membuka pendaftaran Bakal Calon Gubernur Jateng yang melalui Parpol. Pendaftarannya akan dibuka tanggal 27 Februari hingga 5 Maret 2013 di kantor KPU Jateng, Jl Veteran Semarang.

"Syaratnya kalau perseorangan perlu 1.178.737 di 18 Kabupaten/Kota se-Jateng, kalau dari partai harus memiliki 15 persen kursi di pemerintahan," katanya.

"Yang bisa langsung maju PDIP dan Demokrat sementara lainnya harus berkoalisi," imbuh Fajar.

Setelah penutupan pendaftaran yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih itu selesai, 200 orang yang bertugas menjadi penitia segera meninggalkan lokasi. Beberapa diantaranya meminta foto bersama Rustriningsih.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mpr/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%