Rabu, 30/01/2013 06:28 WIB

Tak Ada Bakal Calon Independen yang Maju Pada Pilgub Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Penutupan pendaftaran bakal calon perseorangan gubernur Jateng (Angling)
Semarang, - Tepat pukul 00.00 WIB dini hari tadi, Rabu (30/1/2013) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menutup pendaftaran Bakal Calon Perseorangan Gubernur Jawa Tengah 2013. Hasilnya dipastikan tidak ada bakal calon Gubernur Jateng yang maju melalui jalur Independen.

Ketua KPU Jateng, Fajar Subhi AK Arif mengatakan setelah lima hari dibuka pendaftaran sejak Jumat (25/1) hingga Rabu (29/1) malam, tidak ada sama sekali calon independen yang datang ke kesekertariatan yang digelar di Auditorium UNDIP Imam Bardjo Semarang.

"Sampai ditutup resmi tidak ada yang mengumpulkan syarat. Maka untuk Pilgub Jateng 2013, dipastikan tidak ada yang lewat jalur perseorangan," kata Fajar di Auditorium UNDIP, Jl Imam Bardjo usai menutup pendaftaran, Rabu (30/1/2013) dini hari.

Selama lima hari tersebut diketahui hanya satu orang yang mendatangi panitia. Itupun hanya menanyakan syarat dan tidak membawa dokumen yang disyaratkan.

"Cuma tanya syarat, namanya Eko Rudiono dari Kabupaten Pekalongan. Kesini tanpa persiapan, tidak bawa dokumen," tandasnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya akan bersiap untuk membuka pendaftaran Bakal Calon Gubernur Jateng yang melalui Parpol. Pendaftarannya akan dibuka tanggal 27 Februari hingga 5 Maret 2013 di kantor KPU Jateng, Jl Veteran Semarang.

"Syaratnya kalau perseorangan perlu 1.178.737 di 18 Kabupaten/Kota se-Jateng, kalau dari partai harus memiliki 15 persen kursi di pemerintahan," katanya.

"Yang bisa langsung maju PDIP dan Demokrat sementara lainnya harus berkoalisi," imbuh Fajar.

Setelah penutupan pendaftaran yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih itu selesai, 200 orang yang bertugas menjadi penitia segera meninggalkan lokasi. Beberapa diantaranya meminta foto bersama Rustriningsih.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%