detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 29/01/2013 20:00 WIB

Petani & Polisi Bentrok di Sumsel, Puluhan Pengacara Siap Turun Tangan

Taufik Wijaya - detikNews
Anwar Sadat (Foto: kontras)
Palembang - Petani dan polisi bentrok di Mapolda Sumatera Selatan. Sejumlah petani dan aktivis lingkungan ditahan. Puluhan pengacara siap mendampingi.

"Ya, ada puluhan pengacara yang siap mendampingi kawan-kawan yang ditahan itu. Sebagian sudah ke Polda Sumsel," kata Direktur LBH Palembang Eti Gustina kepada detikcom, Selasa (29/1/2013).

Menurut Eet, pendampingan ini sebagai upaya melindungi hak-hak pengunjuk rasa. "Kita juga ingin mengetahui secara persis peristiwa tersebut. Termasuk soal robohnya pagar dan terlukanya Anwar Sadat," kata Eti.

Anwar Sadat, Direktur Walhi Sumsel, yang dikonfirmasi detikcom mengaku kepala yang terluka belum diobati. Dia hanya mencegah darah keluar dengan menggunakan sapu tangan. "Belum diobati," katanya.

Ratusan petani dan aktivis lingkungan hidup dari Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumsel, Serikat Petani Sriwijaya (SPS), Persatuan Pergerakan Petani Indonesia (P3I), Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumsel bentrok dengan polisi di Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Selasa (29/1/2013) sore. Sekitar 25 pengunjuk rasa diamankan, termasuk Anwar Sadat.

Robohnya pintu pagar Mapolda Sumsel sekitar pukul 17.20. Tak lama kemudian polisi yang berjaga melakukan pengamanan dengan mengejar dan menangkapi para pengunjuk rasa.

Unjuk rasa yang dilakukan para petani dan aktivis lingkungan hidup ini sudah berlangsung sejak Senin (28/01/2013) kemarin. Mereka memprotes penangkapan dan penganiayaan warga Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir pada tanggal 25 Januari 2013 lalu.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(tw/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%