detikcom

Selasa, 29/01/2013 20:00 WIB

Petani & Polisi Bentrok di Sumsel, Puluhan Pengacara Siap Turun Tangan

Taufik Wijaya - detikNews
Anwar Sadat (Foto: kontras)
Palembang - Petani dan polisi bentrok di Mapolda Sumatera Selatan. Sejumlah petani dan aktivis lingkungan ditahan. Puluhan pengacara siap mendampingi.

"Ya, ada puluhan pengacara yang siap mendampingi kawan-kawan yang ditahan itu. Sebagian sudah ke Polda Sumsel," kata Direktur LBH Palembang Eti Gustina kepada detikcom, Selasa (29/1/2013).

Menurut Eet, pendampingan ini sebagai upaya melindungi hak-hak pengunjuk rasa. "Kita juga ingin mengetahui secara persis peristiwa tersebut. Termasuk soal robohnya pagar dan terlukanya Anwar Sadat," kata Eti.

Anwar Sadat, Direktur Walhi Sumsel, yang dikonfirmasi detikcom mengaku kepala yang terluka belum diobati. Dia hanya mencegah darah keluar dengan menggunakan sapu tangan. "Belum diobati," katanya.

Ratusan petani dan aktivis lingkungan hidup dari Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumsel, Serikat Petani Sriwijaya (SPS), Persatuan Pergerakan Petani Indonesia (P3I), Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumsel bentrok dengan polisi di Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Selasa (29/1/2013) sore. Sekitar 25 pengunjuk rasa diamankan, termasuk Anwar Sadat.

Robohnya pintu pagar Mapolda Sumsel sekitar pukul 17.20. Tak lama kemudian polisi yang berjaga melakukan pengamanan dengan mengejar dan menangkapi para pengunjuk rasa.

Unjuk rasa yang dilakukan para petani dan aktivis lingkungan hidup ini sudah berlangsung sejak Senin (28/01/2013) kemarin. Mereka memprotes penangkapan dan penganiayaan warga Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir pada tanggal 25 Januari 2013 lalu.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tw/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%