Detik.com News
Detik.com
Selasa, 29/01/2013 12:59 WIB

Tiket Kopaja Sudah Dijual di Halte Busway, Tak Perlu Bayar Dobel

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Kopaja mulai menyediakan tiket untuk penumpang yang ingin menaiki bus sedang itu dari halte bus Transjakarta. Sebelumnya banyak penumpang yang mengeluh harus membayar dobel untuk menaiki bus Kopaja dari halte busway.

"Kopaja sudah menyediakan tiket bus sejak Sabtu (22/1)," kata Humas BLU TransJ Sri Ulina Pinem kepada detikcom, Selasa (29/1/2013).

Ulina mengatakan, pada pukul 05.00 WIB petugas Kopaja menyebar tiket-tiket ini di setiap halte busway yang ada di sepanjang jalur Kuningan-Ragunan.

"Sejak Sabtu sudah terjual 38 tiket Kopaja di halte-halte bus TransJ," katanya.

Dengan tiket Kopaja dijual di halte busway, maka penumpang yang akan naik Kopaja cukup membayar Rp 5.000. Tak perlu lagi membayar, Rp 3.500 untuk masuk ke halte busway.

Sebelumnya, banyak penumpang yang mengeluhkan harus membayar Rp 8.500 untuk menaiki Kopaja dari dalam halte bus TransJ. Penumpang harus mengeluarkan uang Rp 3.500 untuk masuk ke dalam halte busway dan membayar lagi Rp 5.000 untuk ongkos Kopaja.

Saat ini baru Kopaja AC 20 (Senen-Lebak Bulus) yang terintegrasi dengan bus TransJ. Bus Kopaja ini masuk ke dalam jalur bus TransJ di Kuningan kemudian keluar di sekitar Ragunan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%