detikcom
Selasa, 29/01/2013 12:16 WIB

Rapim Polri Tidak Membahas Mutasi

Septiana Ledysia - detikNews
foto: ilustrasi/dok.detikcom
Jakarta - Massa jabatan sebagian para pimpinan Polri akan berakhir tahun ini. Tetapi rapat pimpinan Mabes Polri dan Polda hari ini tidak membahas mengenai mutasi jajaran petinggi lembaga penegak hukum tersebut.

"Oh engaak," jawab Kapolri Timur Pradopo ditanya tentang agenda mutasi pimpinan Polri tahun ini.

"Hari ini kita rapim, tentunya menyiapkan tugas besar untuk 2013 ini, hal-hal yang terkait dinamika, politik, sosial, ekonomi, termasuk konflik sosial," jelasnya kepada wartawan di PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2013).

Kapolri juga mengatakan, dalam rapim juga membahas posisi Polri dalam penanganan tindak korupsi. Menurutnya Polri harus selalu bersinergi dengan instansi-instansi yang terkait.

"Intinya gini, korupsi harus sinergis. Ada KPK, Polri dan Kejaksaan, itu yang terus kita lakukan," ujar Timur.

Polisi Republik Indonesia (Polri) mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) tentang antisipasi keamanan nasional menjelang Pemilu 2014. Acara berlangsung di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jl Tirtayasa, Jakarta. Acara yang dibuka Kapolri Timur Pradopo ini dengan peserta seluruh petinggi Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia. Nampak hadir Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi dan perwakilan dari BNN.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lh/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%