Detik.com News
Detik.com
Selasa, 29/01/2013 11:32 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan, Pelatih Tenis Dikonfrontir dengan Saksi

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pelatih tenis nasional berinisial DP dilaporkan tiga anak asuhnya yang juga berjenis kelamin laki-laki atas dugaan pelecehan seksual. Penyidik dari Polda Metro Jaya telah mengkonfrontir keterangan DP dengan sejumlah saksi.

Ketiga anak asuh itu masing-masing berinisial DG (16), EG (18) dan AL (20). Ketiganya mengaku mendapat pelecehan seksual dari sang pelatih ketika berusia masih di bawah umur.

"Penanganannya sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi dan sudah dilakukan konfrontir," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto dalam pesan pendeknya, Selasa (29/1/2013).

Namun dari hasil BAP dan juga konfrontir tersebut, tidak ada kesesuaian antara terlapor dengan 7 saksi tersebut. Rikwanto mengatakan, status DP sendiri saat ini masih sebagai saksi terlapor.

"Dari hasil konfrontir masih ada yang tidak sinkron," ujar Rikwanto.

Untuk mempertajam penyidikan, penyidik akan mengambil langkah lain dengan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi dan juga pelapor.

"Dilakukan pemeriksaan lagi terhadap saksi yang lain dan BAP tambahan terhadap pelapor," kata Rikwanto.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%