Detik.com News
Detik.com
Senin, 28/01/2013 12:34 WIB

Koma 7 Tahun, Otak Ariel Sharon Tunjukkan Aktivitas Signifikan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Koma 7 Tahun, Otak Ariel Sharon Tunjukkan Aktivitas Signifikan Ariel Sharon (AFP)
Tel Aviv, - Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri (PM) Israel telah berada dalam keadaan koma selama 7 tahun. Namun kini dia menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas otak yang signifikan.

Tim ilmuwan Israel dan Amerika Serikat mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/1/2013), hasil tes-tes baru menunjukkan bahwa Sharon merespons sejumlah stimulus ekternal. Aktivitas otaknya meningkat ketika dia diperlihatkan foto-foto keluarganya. Juga saat diputar rekaman suara putranya.

Para dokter di Rumah Sakit Soroka di Beersheba mengatakan, selama tes tersebut "ditemui aktivitas otak yang signifikan... yang menunjukkan adanya proses semestinya dari stimulasi-stimulasi ini."

Dikatakan Alon Friedman, direktur neurologis di Soroka Medical Centre di Beersheba, Israel tempat Sharon dirawat, temuan itu cukup membesarkan hati. Meski itu tidak berarti bahwa Sharon akan kembali meraih kesadaran penuh.

"Tapi itu menunjukkan bahwa meski dalam kondisi koma, dia (Sharon) mungkin mendengarkan, dan sejumlah informasi penting masuk ke otaknya dan diproses," tutur Friedman.

Sharon yang berumur 84 tahun itu telah koma sejak tahun 2006 silam, ketika dirinya mengalami stroke parah. Sejak saat itu, mantan pemimpin negeri Yahudi itu berada dalam kondisi koma dan terhubung ke respirator.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%