detikcom
Senin, 28/01/2013 12:17 WIB

BMKG: Cuaca Jabodetabek Seminggu ke Depan Semakin Membaik

Sukma Indah Permana - detikNews
(dok DetikFoto)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca wilayah Jabodetabek hingga seminggu ke depan akan semakin membaik. Sebagai bayangan, jika curah hujan pada Kamis (17/1) sebanyak 200 milimeter (mm), maka seminggu ke depan hanya sekitar 10-30 mm per harinya.

"Kalau yang dulu (17/1) kan bisa sampai 200 mm, kalau saat ini hanya 10 sampai paling tinggi 30 mm. Hujan memang masih tinggi. Tapi hanya hujan lokal seperti kemarin itu. Tidak lama," ujar Kepala Bidang Cuaca Ekstrem BMKG, Hariyadi, kepada detikcom, Senin (28/1/2013). Sekadar mengigatkan, tanggal 17 Januari terjadi banjir besar di Jakarta, bahkan menggenangi Istana dan Bundaran HI.

Hariyadi mengatakan bahwa daerah konvergensi antar-tropis atau Inter-Tropical Convergence Zone saat ini telah bergerak ke arah utara Jakarta yakni Laut Jawa dan terus mengarah ke Sumatera Selatan. Pergerakan ini mengikuti pergerakan matahari yang semakin ke utara.

"Daerah konvergensi antar-tropis inilah yang selalu mengalami cuaca buruk, banyak hujan. Saat ini, bergerak semakin hari semakin ke utara," lanjutnya.

Pergerakan ini bisa bergerak kembali ke selatan, yakni ke arah Jakarta jika terjadi anomali yang tinggi pada suhu di Samudera Hindia. Anomali suhu Samudera Hindia tinggi jika suhunya lebih panas dari rata-rata.

Anomali ini akan memicu munculnya badai dan menyebabkan cuaca buruk kembali dialami oleh daerah Jabodetabek.

"Sekarang ini anomalinya rendah. (Suhunya) lebih rendah dari rata-rata sehingga peluang tumbuhnya badai rendah," tutur Hariyadi.

Melihat kondisi ini, Hariyadi mengatakan bahwa untuk seminggu ke depan, cuaca di wilayah Jabodatek akan semakin membaik. Hujan yang terjadi juga dalam skala yang lebih kecil. "Peluang terjadinya genangan juga kecil," tutupnya.

(sip/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel