Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 26/01/2013 12:56 WIB

Ini Foto Nana Anak Nassar dalam Masa Penculikan

Ahmad Toriq - detikNews
Ini Foto Nana Anak Nassar dalam Masa Penculikan Nana saat dalam penyekapan (Toriq/ detikcom)
Jakarta - Anak pedangdut Nassar telah berhasil dibebaskan polisi dari penculikan. Dalam masa penculikannya, Nana sempat diikat dan mulutnya diplester lakban.

Pantuan detikcom di Mapolda Metro Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2013), polisi memajang barang bukti yang terkait dengan kasus penculikan Nana sebelum konferensi pers dimulai.

Di antara barang bukti itu terdapat dildo, 1 unit PC, beberapa KTP Palsu, potassiun dan pistol jenis revolver. Selain itu terdapat foto Nana saat masih diculik.

Dalam foto itu Nana terlihat mengenakan jaket warna hitam. Ada logo seperti logo institusi tertentu di bagian dada sebelah kiri, namun tak begitu jelas.

Dalam foto itu, Nana dibaringkan di lantai keramik. Tubuhnya diikat dengan tali berwarna hijau. Mulutnya diplester.

Saat ini Nana sudah dalam kondisi aman di Mapolda Metro Jaya. Dia juga sudah bertemu dengan kedua orang tuanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%