Sabtu, 26/01/2013 12:56 WIB

Ini Foto Nana Anak Nassar dalam Masa Penculikan

Ahmad Toriq - detikNews
Nana saat dalam penyekapan (Toriq/ detikcom)
Jakarta - Anak pedangdut Nassar telah berhasil dibebaskan polisi dari penculikan. Dalam masa penculikannya, Nana sempat diikat dan mulutnya diplester lakban.

Pantuan detikcom di Mapolda Metro Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2013), polisi memajang barang bukti yang terkait dengan kasus penculikan Nana sebelum konferensi pers dimulai.

Di antara barang bukti itu terdapat dildo, 1 unit PC, beberapa KTP Palsu, potassiun dan pistol jenis revolver. Selain itu terdapat foto Nana saat masih diculik.

Dalam foto itu Nana terlihat mengenakan jaket warna hitam. Ada logo seperti logo institusi tertentu di bagian dada sebelah kiri, namun tak begitu jelas.

Dalam foto itu, Nana dibaringkan di lantai keramik. Tubuhnya diikat dengan tali berwarna hijau. Mulutnya diplester.

Saat ini Nana sudah dalam kondisi aman di Mapolda Metro Jaya. Dia juga sudah bertemu dengan kedua orang tuanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%