detikcom
Sabtu, 26/01/2013 07:44 WIB

Polri Harus Cek Ulang Apakah Anggaran Pembelian Anjing & Kuda Rp 16 M Rasional

Rina Atriana - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Polri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 16 miliar untuk pembelian anjing dan kuda sebagai sarana penunjang kinerja anggotanya. Anggota Kompolas, M Nasser mengatakan ada 4 dimensi yang harus dilihat sebelum pembelian satwa itu dilakukan pihak kepolisian.

"Mengenai dana sarana prasarana (sarpras) untuk anjing dan kuda saya melihatnya dalam 4 dimensi. Pertama ditengah keterbatasan anggaran, Polri sebaiknya cerdas dalam menentukan pilihan sarpras. Artinya harus bertumpu pada azas-azas besaran manfaat," kata Nasser, saat dihubungi detikcom, Jumat (25/1/2013).

Nasser mengatakan dimensi kedua yang perlu diperhatikan adalah Polri harus melihat azas prioritas. "Ini artinya belanja modal harus diurut dengan seksama menurut matriks prioritas dan harus berdimensi pemerataan dan keadilan," ujarnya.

Dimensi ketiga, lanjut Nasser, harus dilihat apakah sarana prasarana ini tidak menyimpang dari rencana strategis (Renstra) yang disusun pihak kepolisian sebelumnya. Hal ini sebagai upaya untuk menghindari adanya intervensi dari berbagai pihak.

"Apakah sarpras ini tidak menyimpang dari Renstra yang disusun sebelumnya. Sebaiknya tidak dadakan untuk menghindari intervensi," lanjut Nasser.

Terakhir adalah terkait dengan harga satwa itu sendiri, apakah sudah bebas dari penggelembungan dana atau belum. "Harganya apakah rasional dan sudah bebas dari mark-up. Silakan hal-hal ini dievaluasi, bila sudah sangat pas, silakan diteruskan," imbuhnya.

Kompolnas menyarankan bila anggaran harus dikoreksi maka Polri masih dapat melakukan revisi atas masukan masyarakat. "Tidak usah malu dan segan karena Polri ini milik kita semua. Masukan masyarakat perlu didalami dan harus ada keyakinan tinggi untuk mengklarifikasi secara jujur kepada publik," pungkasnya.

Dari anggaran Rp 16 miliar, Polri akan membeli 90 ekor anjing dengan anggaran Rp 13,5 miliar, dengan kisaran harga anjing dunia di harga USD 8-9 ribu. Sementara sisanya sebesar Rp 3 miliar, Polri akan membelanjakan untuk pembelian 7 ekor kuda yang masing-masing seharga sekitar Rp 450 juta.

Asisten Perencanaan (Asrena) Polri Irjen Sulistyo Ishak, menjelaskan anggaran pembelian anjing tersebut juga termasuk biaya untuk perangkat PPH, biaya akomodasi, pelatih 2 orang, biaya transportasi pengiriman dari Belanda ke Indonesia, biaya karantina, pajak biaya masuk, dan transportasi lokal untuk distribusi anjing ke Polda-polda untuk pengamanan Pemilu 2014.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%