detikcom

Sabtu, 26/01/2013 02:19 WIB

Simpan Sabu dan 39 Butir Ekstasi, Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi

Adan Bakar - detikNews
Foto: Ilustrasi
Lampung, - Pasangan kekasih, Ricky Aulia (27) dan Desi Mahdania Puspa (20), ditangkap karena kedapatan menyimpan narkoba. Polisi menemukan sabu dalam mobil Daihatsu Xenia BE 2524 R yang ditumpangi keduanya saat melintas di Jalan A.R Prawiranegara, Kota Metro, Lampung.

Kapolres Metro AKBP Agoes Soejadi, mengatakan polisi mencurigai mobil yang ditumpangi keduanya saat hendak melalui razia petugas, Kamis (24/1). Mobil yang dikendarai Ricky justru berbelok dan masuk ke SPBU saat mengetahui ada razia polisi di depannya.


"Polisi yang curiga langsung melakukan pengejaran dan memeriksa mobil tersebut, dan memang benar ditemukan satu pelastik kecil berisi sabu," kata Agoes saat dihubungi, Jumat (25/1/2013).

Ricky, tersangka yang diamankan, merupakan warga Natar, kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan Desi, warga Gunungsugih, kabupaten Lampung Tengah.

Polisi pun melakukan pengembangan dengan memeriksa tempat kost tersangka di Natar. Di tempat kost, polisi menemukan 5,39 gram sabu dan 39 butir ekstasi. Selain itu ditemukan juga dua bong untuk mengisap sabu. "Dugaan kuat keduanya adalah pasangan kekasih yang menjadi pengedar narkoba," tutur Agoes.

Kedua tersangka langsung dibawa bersama barang bukti ke Polres Metro guna pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya terancam hukuman kurungan selama empat tahun penjara sesuai dengan pasal 114 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
60%
Kontra
40%