Jumat, 25/01/2013 22:22 WIB

SBY: Seperti Muhammad SAW, Pemimpin Harus Memberi Contoh, Bukan Hanya Kata-kata

Mega Putra Ratya - detikNews
SBY di Istana (Mega PR/detikcom)
Jakarta - Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana ada sejumlah pesan yang disampaikan oleh presiden SBY untuk para pemimpin di negeri ini. Pesan ini merujuk pada sikap, pemikiran dan perilaku Rasulullah SAW.

"Pertama, sebagaimana pula yang diceramahkan oleh Saudara Prof. Dr Mohammad Mukri tadi, bahwa junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, dalam rangka mengajak dan membimbing umatnya untuk menjalankan hal-hal yang benar, beliau selalu menjadi dan memberi contoh melalui perbuatannya. Bukan hanya melalui kata-kata," ujar SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Jumat (25/1/2013).

Kedua, lanjut SBY, Rasulullah SAW juga amat gigih dan tegas untuk melawan perilaku-perilaku yang merusak, atau mendatangkan kerusakan. Baik itu kerusakan pada ajaran agama, maupun kerusakan pada kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Bahkan kerusakan terhadap alam semesta ciptaan Allah SWT.

Oleh karena itu, SBY ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia, utamanya para pemimpin di seluruh tanah air, untuk bersama-sama menjalankan sejumlah hal.

"Kalau kita ingin negeri kita rukun dan bersatu, serta penuh dengan toleransi, marilah kita memberi contoh secara nyata agar semua itu bisa terwujud. Kalau kita ingin masyarakat kita tidak mudah melakukan kekerasan horisontal dan konflik komunal, marilah kita memberi contoh untuk benar-benar mencegah hal-hal yang tidak baik itu, dan tidak sebaliknya memberi angin ke arah itu," ungkap SBY.

SBY mengatakan jika ingin hukum di negeri ini tegak dan korupsi dapat dicegah dan berantas, marilah memberi contoh dan berjuang dengan gigih agar sasaran itu dapat dicapai. Jika ingin radikalisme dan ektrimisme tidak berkembang di negeri ini, karena hanya membuat kehidupan masyarakat tidak tenang, marilah memberi contoh agar hal-hal buruk itu tidak terjadi.

"Kalau kita ingin di negeri ini tidak ada penggunaan kekuasaan yang sewenang-wenang, kita semua, yang memegang kekuasaan, harus mencegah pada diri kita sendiri untuk tidak melakukan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan itu. Kalau kita ingin menghidupkan kesetiakawanan pada masyarakat kita, marilah kita menjadi contoh sebagai orang yang peduli, berbagi dan membantu saudara kita yang memerlukan bantuan itu," papar SBY.

"Saudara-saudara, masih banyak lagi yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk kebaikan negeri tercinta ini. Masih banyak pula peran dan teladan yang harus diberikan oleh para pemimpin di Indonesia, yang akan membuat kehidupan di negeri ini menjadi makin tenteram, makin maju, makin adil dan makin sejahtera. Sebagaimana peran dan teladan agung yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%