detikcom
Jumat, 25/01/2013 18:14 WIB

Rekan Dikeroyok Preman, 3 Peleton Brimob 'Serbu' Polsek Senen

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - 3 Peleton anggota Brimob mendatangi Polsek Senen pada Kamis 24 Januari sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka ingin mencari preman yang mengeroyok rekan mereka yang bernama Aiptu I Wayan Kantun Mandar di Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat.

"Mereka (Brimob) datang ke situ mau mencari pelakunya, memastikan siapa saja pelakunya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Rikwanto mengatakan, pasukan Brimob mendatangi penyidik untuk mencari pengeroyok Aiptu I Wayan. "Mereka sudah ketemu dan melihat pelakunya saat sedang diperiksa," kata Rikwanto.

Kedatangan para anggota Brimob itu terjadi ketika polisi sedang memeriksa 3 pengeroyok Aiptu I Wayan di Pasar Inpres Senen. Beberapa anggota Brimob kemudian masuk ke ruang penyidik dan memukuli 3 pelaku yang tengah diperiksa.

"Tidak semuanya masuk, hanya beberapa saja yang masuk. Penyidik yang sedang memeriksa kemudian melerai dan kena pukul juga," kata Rikwanto seraya menegaskan pihaknya akan memproses anggota Brimob yang melakukan pemukulan tersebut.

Pengeroyokan terhadap Aiptu I Wayan di depan Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis 24 Januari pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, anggota Brimob Kwitang itu terserempet motor yang dikendarai oleh Jonimson Situmorang (45) saat melintas di dekat flyover Senen. Akibatnya, korban terjatuh dan handphonennya rusak.

Saat kejadian, korban lepas dinas dan mengenakan baju batik. Setelah itu, korban bertemu Jonimson di Pasar Inpres Senen dan menegur pelaku dan meminta pertanggungjawaban.

Namun, Wayan tidak mendapat tanggapan baik dari Jonimson dan justru dikeroyok oleh Jonimson dan dua temannya. Akibatnya, Wayan menderita luka lebam pada mata, hidung dan kakinya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nal/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close