Detik.com News
Detik.com
Jumat, 25/01/2013 17:36 WIB

Polisi Telusuri Alamat Pengirim Paket Diduga Bom di Kargo Bandara

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Pihak kepolisian masih menelusuri alamat pengirim paket berisi serangkaian diduga bom yang ditemukan di kantor pos kargo Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, siang tadi. Polisi akan menelusuri kebenaran alamat pengirim di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Pengirimnya masih kita telusuri. Nanti dari pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menelusurinya ke Pekalongan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Pada paket tersebut tertera nama pengirim bernama Kasdiyo dengan alamat di Ketanggan Gringsing, Batang, Pekalongan 51100. Paket tersebut ditujukan kepada Ayuk (Toko Ratu tekstil) di Jl Raya Mandala No 148 Merauke 99614.

"Rencananya akan dikirim menggunakan pesawat GA penerbangan pukul 13.54 WIB," kata Rikwanto.

Paket tersebut diterima kantor pos udara di Bandara Cengkareng sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas sekuriti PT DAP yang memeriksa paket tersebut mencurigai isi paket yang bertuliskan 'Ikan Asin' pada resi pengiriman barang.

Petugas kargo kemudian menghubungi Polres Bandara Soekarno-Hatta dan meneruskannya ke petugas Gegana Polda Metro Jaya. Petugas Gegana kemudian mendisposal paket tersebut di lokasi.

Hasilnya, dalam paket tersebut ditemukan barang-barang seperti bubuk hitam, uang Rp 1 juta, bubuk hitam dan paku, kabel merah dan hitam, kotak kayu 25x30 Cm, switch rangkaian, alamat penerima, jari-jari sepeda motor, jari-jari sepeda biasa dan kumparan kuningan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%