Jumat, 25/01/2013 11:51 WIB

PPP: Pasha 'Ungu' dan Nassar 'KDI' Daftar Jadi Caleg

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - PPP sudah membuka pendaftaran calon legislatif untuk Pemilu 2014. Di antara para pengambil formulir pendaftaran rupanya ada kalangan artis, salah satunya Pasha 'Ungu' dan Nassar 'KDI'.

Ketua DPP PPP Arwani Tomafi mengatakan ada 8 artis yang telah mengambil formulir pendaftaran caleg. Sebagian dari mereka sudah mengembalikan formulir kesanggupan tersebut.

"Pasha, Nassar, yang lainnya nantilah," kata Arwani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Rencananya, PPP akan menyeleksi mereka dari segi kompetensi. Pada bulan Oktober 2013, hasilnya akan diumumkan ke publik.

"Kita bukan dalam posisi tidak melihat sisi artisnya saja, kita lihat caleg itu meliputi seluruh kompetensi tugas dan kinerja parlemen bidang ekonomi," terangnya.

Sejumlah artis senior juga sudah ada yang mendaftar ke PAN. Ada nama Ikang Fawzi, Dessy Ratnasari dan Marrisa Haque.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%