detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 25/01/2013 11:51 WIB

PPP: Pasha 'Ungu' dan Nassar 'KDI' Daftar Jadi Caleg

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - PPP sudah membuka pendaftaran calon legislatif untuk Pemilu 2014. Di antara para pengambil formulir pendaftaran rupanya ada kalangan artis, salah satunya Pasha 'Ungu' dan Nassar 'KDI'.

Ketua DPP PPP Arwani Tomafi mengatakan ada 8 artis yang telah mengambil formulir pendaftaran caleg. Sebagian dari mereka sudah mengembalikan formulir kesanggupan tersebut.

"Pasha, Nassar, yang lainnya nantilah," kata Arwani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Rencananya, PPP akan menyeleksi mereka dari segi kompetensi. Pada bulan Oktober 2013, hasilnya akan diumumkan ke publik.

"Kita bukan dalam posisi tidak melihat sisi artisnya saja, kita lihat caleg itu meliputi seluruh kompetensi tugas dan kinerja parlemen bidang ekonomi," terangnya.

Sejumlah artis senior juga sudah ada yang mendaftar ke PAN. Ada nama Ikang Fawzi, Dessy Ratnasari dan Marrisa Haque.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%