Jumat, 25/01/2013 07:14 WIB

Para Pengurus Partai NasDem DKI dan Jakarta Raya Mundur

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Gelombang pengunduran diri para pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) masih berlangsung. Siang nanti, Jumat (25/1/2013), para pengurus DPW NasDem DKI akan mengajukan pengunduran diri. Para pengurus DPC NasDem di lima wilayah DKI Jakarta juga akan mundur.

Mundurnya mereka dari NasDem ini sebagai buntut mundurnya Ketua Dewan Pakar NasDem Hary Tanoesoedibjo beserta Sekjen Ahmad Rofiq, Ketua NasDem Endang Tirtana, dan Wasekjen Saiful Haq beberapa hari lalu. Mereka mundur sebagai penolakan terhadap Surya Paloh yang akan didudukkan sebagai ketua umum parpol itu.

Seorang sumber detikcom menuturkan, para pengurus NasDem DKI dan para pengurus DPC NasDem se-Jakarta itu akan datang ke kantor pusat NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. "Nanti kami akan mengajukan pengunduran diri sekaligus menyerahkan kartu tanda anggota kami," kata salah seorang pengurus NasDem DKI.

Mereka mundur beramai-ramai karena sepakat dengan pendapat Hary Tanoe dkk. Mereka menolak upaya Surya Paloh yang akan ditetapkan sebagai ketua umum dalam kongres yang akan digelar 26 Januari. Upaya mendudukkan Surya Paloh sebagai ketua umum ini sudah terendus sejak beberapa lama, sebelum parpol itu dinyatakan lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2014 oleh KPU.

Bagi mereka, Surya Paloh tidak perlu duduk sebagai ketua umum dan seharusnya malah memberi kesempatan kepada para politisi muda yang telah berjuang keras menghadapi verifikasi oleh KPU selama ini. Posisi Surya Paloh sebagai ketua dewan pembina, dirasa sudah cukup untuk pengembangan partai ini ke depan. Upaya mendudukkan Surya Paloh sebagai ketua umum dinilai sebagai tindakan ya

Hingga saat ini, belum ada pengurus NasDem DKI yang mengaku terus terang dengan rencana pengunduran diri siang ini. detikcom belum berhasil menghubungi Ketua DPW NasDem DKI Armyn Gultom.

Sebelumnya Ketua DPW NasDem Jawa Barat Rustam Effendi juga telah menyatakan mundur pada hari yang sama dengan mundurnya HT dan Rofiq. Namun, mundurnya Rustam tidak diikuti oleh para pengurus lain di DPW NasDem Jawa Barat. Sementara beberapa pengurus mundur, sejumlah politisi dan tokoh nasional malah mengikrarkan masuk Partai NasDem. Antara lain, politisi Partai Golkar Enggartiasto Lukita dan pengaca kondang OC Kaligis.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%