detikcom
Kamis, 24/01/2013 21:38 WIB

Sopir Truk Fuso yang Tabrak 23 Kendaraan di Sumedang, Kabur ke Sawah

Rivki - detikNews
Truk Fuso Tabrak 23 Kendaraan/ Detikcom
Jakarta - Sopir Truk Fuso yang menabrak 23 (sebelumnya ditulis 21) kendaraan di daerah Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat berhasil melarikan diri. Dia lari ke arah sawah-sawah yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Sopirnya lari ke sawah, tadi sempat dikejar sama korbannya," ujar Kaur Bin Ops Polres Sumedang Iptu Umar, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (24/1/2013).

Umar mengatakan polisi terus memburu sopir tersebut. Pihak pemilik truk juga masih dicari petugas kepolisian. Saat ini petugas sudah meminta keterangan dari para saksi.

"Kita terus kejar sopirnya. Untuk para korban sekarang sebagian sudah bisa pulang, sisanya masih dimintai keterangan," ucap Umar.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan beruntun terjadi di depan RM Alam sari Cimalaka Sumedang Kamis (24/1/2013) sekitar pukul 17.45 WIB. Kecelakaan yang melibatkan 21 unit mobil dan 2 unit sepeda motor ini diduga akibat truk Fuso bermuatan batubara dengan nomor polisi B 9395 WV mengalami rem blong. 5 Orang luka ringan akibat kejadian tersebut.

(rvk/nvc)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close