Selasa, 22/01/2013 19:17 WIB

Ini Pemicu Rusuh di Sumbawa Besar Versi Kepolisian

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Kerusuhan menimpa Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa siang. Amuk massa tersebut diduga bermula dari isu yang berkembang terkait kecelakaan lalu-lintas dan berkembang ke isu pemerkosaan.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Sukarman Husein mengatakan, pemicu kerusuhan itu bermula saat sepasang sejoli hendak menuju Sumbawa dari Desa Kanar, Sumba Besar, Sabtu (19/1/2013), sekitar pukul 23.00 Wita, dengan menggunakan Yamaha Mio DK 2861 WY.

"Ketika berada di kilometer 15-16 motor yang ditumpangi keduanya terpeleset. Pengemudi mengalami luka berat sementara yang dibonceng meninggal dunia," kata Sukarman, saat dihubungi detikcom, Selasa (22/1/2013).

Dari kasus kecelakaan lalu lintas itulah, jelas Sukarman, berkembang kepada isu pemerkosaan. "Karena adanya isu yang berkembang, padahal tidak demikian, kemudian memicu emosi massa," terang Sukarman.

Massa sekitar pukul 13.00 Wita selanjutnya melakukan bergerobol ke wilayah perkotaan dan merusak sejumlah rumah dan kendaraan yang ada.

"Mereka merusak dengan menggunakan apa yang ditemui di lapangan, seperti menggunakan batu," ujarnya.

Saat ini, kata Sukarman, kondisi sudah berangsur kondusif. 300-an Personel Brimob Polda NTB dan personel TNI melakukan penjagaan dan pengaman di lokasi bentrok.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%