Detik.com News
Detik.com
Selasa, 22/01/2013 17:44 WIB

Kronologi Penangkapan Pemalsu KTP, KK, & Akte Kelahiran Palsu di Jaktim

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pelaku pemalsuan dokumen negara antara lain KTP, KK, dan akter kelahiran dibekuk polisi. Pelaku sudah ratusan kali melakukan aksinya. Tindakan kriminal pelaku terendus dari kasus narkoba.

Kapolres Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni di Mapolres Jaktim, Jl Matraman Raya, Selasa (22/1/2013) membeberkan pengungkapan kasus pemalsuan dokumen negara.

Berikut Kronologi penangkapan tersangka pemalsuan dokumen neegara itu:

- Kamis, (10/1/2013)

Polisi mendapatkan informasi adanya dugaan kasus tindak pidana pemalsuan dokumen negara. Kemudian Kanit Krimsus polres Jakarta Timur menindaklanjuti laporan terkait kasus tersebut.

- Jumat, (11/1/2013)

Kepala unit kriminal khusus AKP Supoyo bersama anak buahnya melakukan penggeledahan di rumah tersangka Shodiq di Jalan Pahlawan Revolusi, Gang Randu No 26 Rt 003/ Rw 04 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%