detikcom
Selasa, 22/01/2013 16:55 WIB

Plaza UOB Tak Akan Beri Ganti Rugi pada Mobil yang Terendam 'Tsunami'

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Pengelola Plaza UOB memastikan tak akan memberikan ganti rugi pada mobil-mobil yang terendam di basement saat banjir melanda pekan lalu. Insiden itu murni akibat bencana, bukan salah pengelola.

"Dari pihak manajemen tidak memberi ganti rugi pada kendaraan atau tenant yang ada di basement karena sudah ada pengumuman dari pemerintah ini adalah bencana, diserahkan pada asuransi masing-masing," kata pengelola gedung, Bangga Nirwan Jaya.

Hal tersebut dia sampaikan di Plaza UIB, Jl MH Thamrin, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2013).

Pihak pengelola gedung saat ini masih mempertimbangkan bantuan jenis lain berupa santunan pada pemilik mobil dan penyewa ruangan. "Tapi itu masih akan dibahas lagi," imbuhnya.

Hingga pukul 16.45 WIB, proses pembersihan basement 2 Plaza UOB masih berlangsung. Sejauh ini ada 27 mobil yang berhasil dievakuasi.

Korban tewas dalam musibah di basement Plaza UOB ada 2 orang, sedangkan 2 orang lainnya selamat setelah lama terendam. Saksi mata menyebut air bah yang datang ke basement pada Kamis 17 Januari bagaikan tsunami. Basement yang terendam ada 4 lantai.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%