Detik.com News
Detik.com

Senin, 21/01/2013 17:41 WIB

Tak Dikasih Ayam Goreng, Andi Tusuk Tukang Pecel Hingga Tewas

Pandu Triyuda - detikNews
Tak Dikasih Ayam Goreng, Andi Tusuk Tukang Pecel Hingga Tewas Foto: Ilustrasi
Jakarta - Lapar ternyata mampu membutakan Andi Sulistyawan (19). Andi menusuk seorang pedagang nasi pecel bernama Aryadi Putra (21) hingga tewas karena permintaannya akan sepotong ayam goreng, ditolak.

"Hari Kamis 5 Desember 2012, pukul 05.00 WIB, pelaku minta ayam goreng, minta rokok, dan minta uang ke korban tapi tidak diberikan. Korban lalu memukul wajah pelaku, kemudian pelaku lari ke rumah mengambil pisau lipat. Dia datang tiba-tiba langsung menusuk ke dada korban tiga kali hingga tewas," kata Kapolsek Cipayung Kompol AU Tryono di Mapolsek Cipayung, Jalan Bambu Apus, Jakarta Timur, Senin (21/1/2013).

Penusukan ini terjadi di warung nasi pecel tempat Aryadi bekerja di Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Andi lalu kabur ke Purwokerto selama seminggu dan pengejaran pun dilakukan pihak kepolisian.

"Setelah itu pelaku kabur, pengakuannya selama seminggu ke Purwokerto. Pelaku lalu kabur ke Cakung selama seminggu, dan tertangkap di rumah neneknya di Jalan Purwodadi, Subang, Jawa Barat. Saat ditangkap, pelaku sedang menonton televisi," ujar Tryono.

Penangkapan ini terjadi pada Sabtu (19/1) malam dan dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kaos bernoda darah yang digunakan pelaku saat menusuk korban. Sedangkan senjata pembunuh yang digunakan pelaku belum ditemukan.

"Barang bukti yang diamankan kaos bernoda darah yang digunakan pelaku saat menusuk korban. Pisaunya dibuang di sekitar lapangan dekat TKP yang jelas kita sudah upayakan dan belum ketemu," ujar Tryono.

Pelaku mengaku saat kejadian ditemani oleh dua rekannya yang juga berprofesi sama dengan dirinya, yakni tukang parkir. Dua rekan Andi ini bernama Hadi Sobari (20) dan RF (16) turut diperiksa polisi.

"Pengakuannya minta-minta ke pedagang baru kali ini, tapi sopir truk pernah melapor kejadian pemalakan dan sedang kita cari pelakunya yang mana. Saat terjadi penusukan dua orang juga kita amankan, dua orang itu hanya ikut serta saja," ujar Tryono.

Andi dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang akan membuatnya terancam dipenjara selama 12 tahun. "Ancamannya pasal 338 KUHP dengan kurungan 12 tahun penjara," tutup Tryono.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%