detikcom
Senin, 21/01/2013 11:55 WIB

Hari ke-98 Jokowi

Jokowi Setuju Ibukota Dipindah Jika Banjir Tak Teratasi

Ahmad Toriq - detikNews
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo setuju dengan usulan pemindahan ibu kota dari Jakarta. Namun ada syaratnya. Apa?

"Kalau memang sudah kita mentok dan kesulitan mengatasi banjir Jakarta, semua langkah dan tahapan sudah kita jalankan dan tidak ada jalan lain, saya sangat setuju dengan Ketua MPR (untuk pindah Ibu kota)," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers usai bertemu dengan Pimpinan MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Jokowi mengatakan fokus utama saat ini adalah untuk mengatasi banjir. Perihal pemindahan ibu kota, bisa dipikirkan jika upaya yang telah dilakukan tak menemui hasil.

"Sekarang atasi banjir dulu," ujarnya.

Usulan pemindahan ibu kota muncul setelah Jakarta dilanda banjir besar seperti sekarang ini. Sebelumnya usulan ini juga muncul di tahun 2007, saat banjir bandang melanda Jakarta.

Ketua MPR Taufiq Kiemas menguatkan agar usulan ini dibahas dengan serius. Dia mengusulkan ibu kota dipindah ke kota lain, seperti Palangkaraya.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(trq/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%