Detik.com News
Detik.com

Senin, 21/01/2013 10:49 WIB

Waspada! Hujan Lebat di Jakarta Kembali Terjadi di 25-26 Januari

Nograhany Widhi K - detikNews
Waspada! Hujan Lebat di Jakarta Kembali Terjadi di 25-26 Januari
Jakarta - Setelah hujan lebat yang menyebabkan banjir di Jakarta pada Kamis (17/1), curah hujan cenderung turun. Namun peluang hujan lebat akan kembali terjadi pada akhir pekan ini.

"Kondisi ini (curah hujan ringan) paling tidak sampai Jumat ini. Masih cenderung hujan-hujan lokal Jakarta. Yang sore bisa juga lebat tapi cuma sebentar," jelas Kepala Bidang Cuaca Ekstrem Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Hariyadi ketika dihubungi detikcom, Senin (21//1/2013).

Namun hujan lebat berpeluang kembali terjadi pada akhir pekan. "Hujan-hujan yang pengaruh regional ada lagi paling tidak di akhir-akhir pekan. Ada peluang hujan dengan intensitas lebih tinggi dari awal pekan ini, ada hujan lebat lagi bisa Jumat bisa Sabtu (25-26 Januari)," imbuhnya.

Hariyadi mengakui, hujan lebat yang menyebabkan banjir di Jakarta pada Kamis lalu tak diduga. Ternyata, masa hujan lebat lebih cepat datang dari yang diperkirakan.

"Biasanya, hujan, banjir terjadi di akhir Januari sampai awal Februari 2013. Kemarin lebih cepat, pertengahan Januari sudah sampai," jelas dia.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%