detikcom
Minggu, 20/01/2013 21:00 WIB

Duh, Di Tengah Banjir 7 Pria Nekat Mencuri 7 Eleven Penjaringan

Fajar Pratama - detikNews
banjir Jakarta
Jakarta - Di tengah banjir Jakarta, ternyata ada juga yang tega mengamalkan idiom memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tujuh orang warga diamankan polisi karena kedapatan tengah melakukan pencurian di Seven Eleven Penjaringan Jakarta Utara.

"Tempat kejadian perkara di Seven Eleven di Jl Pluit Raya, Jakarta Utara, kejadian pukul 13.00 WIB," kata kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius, Minggu (20/1/2013).

Polisi mengamankan 7 orang pria. Dari tujuh orang pria ini lima orang merupakan buruh dan dua sisanya pelajar.

"Ada tujuh orang, As bin Rapi Udin, A bin Kaper, Ma bin Amran, Km bin Samsu, Mas bin Amran, Im bin Sahbudin, Mas Bin Dasum," kata Suhardi.

Mereka mencuri makanan kecil. Adapun barang bukti yang diamankan adalah 29 kripik singkong Kusuka, 13 bungkus Cheetos, 5 Kaleng Bir Bintang, 6 kaleng minuman Sari Kacang Hijau, 6 Biskuit Good Time, 3 Oreo, 28 aneka kue, 6 pack Lays dam 5 bungkus energen Sereal.

"Para tersangka menggunakan kesempatan untuk mengambil barang makanan dan minuman ringan pada saat situasi dalam keadaan banjir," kata Suhardi.






Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fjr/jor)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close