detikcom
Minggu, 20/01/2013 18:03 WIB

Hendak Aniaya Korban, 3 Anggota Geng Motor Jadi Bulan-bulanan Warga

Kristiadi - detikNews
Foto: kristiadi/detikcom
Tasikmalaya - Puluhan anggota geng motor membuat masalah di Tasikmalaya. Mereka hendak menganiaya korban. Namun belum sempat menganiaya, mereka kabur karena kedatangan warga. Tiga di antaranya jadi bulan-bulanan warga.

Para remaja yang salah satunya membawa pedang samurai itu diketahui akan menyerang Ujang (26), warga Ciranjang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/1/2013). Kerumunan tersebut mengundang perhatian warga.

Saat warga mulai datang, para remaja itu berhamburan. Namun tiga di antaranya, Sandy, Angga (20), dan Asep (26), berhasil ditangkap. Bak, buk, bak, buk! Mereka jadi bulan-bulanan warga.

Seorang warga setempat, Kosim mengungkapkan, sebelumnya kelompok tersebut sudah dijadikan target masyarakat karena sering berbuat onar. "Mereka menyerang kelompok lain dan membuat rusuh," katanya.

Kapolsek Tawang Iptu Dani Prasetya menyatakan tiga orang yang berhasil diamankan warga untuk sementara masih diperiksa. "Mereka dikenai wajib lapor tiap Senin dan Kamis," katanya ketika dihubungi melalui telepon.

Polisi akan melakukan pembinaan terhadap ketiga pelaku. Senjata samurai dan satu unit motor Satria bernopol B 6384 WEP, disita.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%