detikcom

Sabtu, 19/01/2013 18:38 WIB

Jenazah Korban 'Tsunami' di Plaza UOB Dibawa Pulang Saat Hujan Deras

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Setelah divisum selama 3 jam, akhirnya jenazah Hardian Eko Eristya (28) dibawa pulang keluarga. Korban 'tsunami' di basement Plaza UOB itu dibawa pulang saat hujan deras mengguyur.

Pantauan detikcom, jenazah Hardian dibawa dari ruang jenazah RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, Sabtu (19/1/2013) pukul 18.10 WIB. Meski hujan sedang seras-derasnya, namun keluarga tetap bergegas membawa jenazah pulang.

Jenazah dibawa menggunakan mobil jenazah RSCM berwarna abu-abu. Sementara itu 6 sepeda motor yang ditumpangi kerabat lainnya mengikuti dari belakang.

"Ini akan langsung dibawa ke rumah duka. Dimakamkannya mungkin besok," ujar salah seorang keluarga korban, Usman.

Hardian lahir pada 27 Agustus 1984. Hardian sehari-hari tinggal di rumah kontrakan di Jalan Pariaman Dalam, Pasar Manggis, Setiabudi, bersama ibu dan adiknya. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal.

Jenazah Hardian ditemukan pada hari ini. Pria yang bekerja sebagai petugas cleaning service itu ditemukan tak bernyawa di bawah mobil di basement 1 Plaza UOB.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(vit/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%